Insiden Arema Vs Persebaya

Muncul Dugaan Gas Air Mata Kadaluarsa di Kanjuruhan, Komnas HAM Langsung Bergerak

Sebelumnya, Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Nico Afinta meminta maaf atas insiden yang terjadi.

Editor: Yudistira Wanne
Tribunjatim.com
Belakangan ini gas air mata jadi sorotan perbincangan. Perlu waspada, berikut efeknya pada kesehatan manusia yang terkena gas air mata. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tim investigasi bentukan PSSI maupun pemerintah terus bergerak untuk mengungkap tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang.

Sebelumnya, Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Nico Afinta meminta maaf atas insiden yang terjadi.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Polri kini sedang menyelidiki soal penggunaan gas air mata.

Dalang yang memerintahkan penembakan gas air mata sedang dicari.

Sementara itu, muncul dugaan gas air mata kedaluwarsa yang digunakan dalam tragedi Arema pada Sabtu, 1 Oktober 2022 menjadi salah satu yang akan dicermati Komnas HAM.

Tak hanya itu, bahaya gas air mata sendiri nyatanya bisa sebabkan seseorang sulit bernapas, mual, muntah hingga iritasi kulit.

Baca juga: Kalian Tak Bisa Sembunyi di Akhirat Ucap Aremania yang Minta Pelaku Penembak Gas Air Mata Ngaku

Komnas HAM bergerak

Sementara itu, Komnas HAM yang telah datang langsung ke Malang menemukan indikasi adanya pelanggaran HAM yang dialami Aremania dalam tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang merenggut nyawa 131 orang itu.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam secara terbuka mengatakan dugaan penggunaan gas air mata yang telah kedaluwarsa akan turut didalami di samping indikasi pelanggaran HAM yang sudah nampak.

Bahkan dugaan penggunaan gas air mata kedaluwarsa itu menjadi kunci pernyataan pihaknya ke petugas medis.

“Gas pasti punya kedaluwarsa itu akan menjadi kunci kami tanya ke medis. Apakah ini karena sesak nafas, kadar oksigen dan lainnya seperti apa," ujar Choirul Anam, Senin (3/10/2022) di Malang.

Dugaan adanya pelanggaran HAM sangat terbuka terlihat dari banyak video yang beredar di media sosial.

Baca juga: Update Terbaru Tragedi Kanjuruhan, Komdis PSSI Temukan 42 Botol Miras di Dalam Stadion

Terlebih adanya video yang beredar di medsos yang menunjukkan oknum TNI menendang Aremania hingga tersungkur.

Terkait hal itu, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menuturkan indikasi pelanggaran HAM memang terlihat dalam insiden itu.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved