Insiden Arema Vs Persebaya

Kesaksian Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan, Wajahnya Melepuh, Tak Sadar Usai Kena Gas Air Mata

Nur Saguwanto mengaku masih mengingat jelas insiden mengerikan usai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya tersebut.

Penulis: Damanhuri | Editor: Damanhuri
Kolase Tribun Bogor/ SuryaMalang
Nur Saguwanto, korban selamat Tragdei Kanjuruhan, wajahnya kini melepuh usai kena gas air mata 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tragedi Kanjuruhan menyisakan duka mendalam bagi sepak bola di tanah air bahkan di dunia.

Insiden yang menewaskan ratusan nyawa warga tersebut kini menjadi perhatian semua pihak bahkan hingga dunia.

Sejumlah club bola dunia pun turut menyampaikan duka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang tersebut.

Nur Saguwanto mengaku masih mengingat jelas insiden mengerikan usai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya tersebut.

Pertandingan yang dimenangkan Persebaya itu berujung kericuhan hingga menelan ratusan korban jiwa.

Wajah lelaki berusia 19 tahun kini melepuh seperti luka bakar usai kena tembakan gas air mata saat di Stadion Kanjuruhan.

Tak hanya itu, pergelangan kaki kirinya pun patah saat menyelamatkan diri usai laga Arema FC melawan Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Saguwanto mengaku tak berdaya usai tembakan gas air mata dari petugas mekesat ke arah tribun penonton.

Padahal, disana banyak wanita dan juga anak balita yang ikut menyaksikan pertandingan derbi Jatim itu.

Saat itu, ia merasakan sesaknya menghirup udara pada saat tragedi terjadi.

Tragedi Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022) malam menelan ratusan korban jiwa. Usai terjadi, warganet menyoroti lirik yel-yel suporter yang disebut pembawa maut.
Tragedi Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022) malam menelan ratusan korban jiwa. Usai terjadi, warganet menyoroti lirik yel-yel suporter yang disebut pembawa maut. (Kolase berbagai sumber)

Pemuda asal Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen itu kemudian tak mengingat secara jelas tragedi yang terjadi.

Ia pingsan dan baru sadar ketika sudah berada di RSUD Kanjuruhan.

"Setelah gas air mata ditembakkan saya sudah tidak ingat apa yang terjadi. Tiba-tiba saja sudah ada di rumah sakit saja. Namun bersyukurnya saya masih bisa selamat," papar Nur ketika ditemui di rumahnya dilansir TribunnewsBogor.com dari SuryaMalang,.com., Kamis (6/10/2022).

Namun, terakhir alumni SMK Muhammadiya 7 Gondanglkali mengingat jika dirinya berada di Gate 11 tribun Stadion Kanjuruhan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved