Punya 6 Rumah, Aset Pejabat Pemkab Bogor Tersangka Korupsi BTT Disita Kejari

Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, Kabupaten Bogor menyita sejumlah aset milik Sumardi yang merupakan tersangka dalam kasus penyelewengan dana.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Vivi Febrianti
Dok Kejari
Aset Pejabat Pemkab Bogor yang korupsi dana BTT tahun 2017 disita Kejari Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudib Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, Kabupaten Bogor menyita sejumlah aset milik Sumardi yang merupakan tersangka dalam kasus penyelewengan dana belanja tak terduga (BTT) untuk korban bencana di Kabupaten Bogor pada tahun 2017 silam.

Adapun aset-aset yang disita ialah kendaraan bermotor, beberapa sertifikat atau akte jual beli (AJB) tanah, rumah dan uang sebesar Ro 129 juta.

"Rumahnya di Cibinong aja ada enam, tanah kavling milik tersangka selain di Kabupaten Bogor, juga ada di Cikarang, Kabupaten Bekasi," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Bogor, Dodi Wiraatmaja, Rabu (5/10/2022).

Dodi Wiraatmaja menjelaskan, penyitaan aset tersebut lakukan karena adanya indikasi untuk disembunyikan oleh tersangka yang saat ini merupakan sekretaris non aktif Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor.

Hal tersebut juga dilakukan menyusul tidak adanya langkah kooperatif dari tersangka yang saat ini masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Kami melakukan penyitaan, karena sudah mulai ada upaya untuk menyembunyikan, dimana enam sertifikat rumah sudah dibawa oleh tersangka Sumardi," ungkapnya.

Diwartakan sebelumnya, Kala itu Sumardi menjabat sebagai Kepala Bidang Kedaruratan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Bogor.

Sumardi terbukti melakukan penyelewengan dana BTT untuk korban bencana di wilayah Kecamatan Cisarua, Jasinga, dan Tenjolaya sebesar Rp 1,7 miliar.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved