IPB University

Kolaborasi Mahasiswa IPB University dan Saung Astani, Ajak Pemuda Desa Manfaatkan Sampah Organik

Mahasiswa IPB University menjelaskan seputar POC dan eco-enzyme, manfaat dan cara pembuatan menggunakan ember tumpuk efektif dan efisien.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Tim Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dari Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen (DPM FEM) bersama Greenbase IPB University ajarkan pemanfaatan sampah organik kepada anggota sanggar tani, Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tim Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dari Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen (DPM FEM) bersama Greenbase IPB University ajarkan pemanfaatan sampah organik kepada anggota sanggar tani, Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan dihadiri oleh kurang lebih 15 anggota sanggar tani, petani pendamping dan Petugas Penyuluh Lapang (PPL) Desa Benteng, Titik Wahyuni.

Isi kegiatan meliputi pembuatan pupuk organik cair ( POC) menggunakan metode ember tumpuk dan pembuatan eco-enzyme. Kegiatan bertempat di Saung Kelompok Tani Cahaya Tani.

Afif salah satu anggota tim PPK Ormawa mengatakan, jumlah sampah di Indonesia mencapai 21,88 juta ton pada tahun 2021 dan 42 persen sumber sampah berasal dari rumah tangga yang umumnya adalah sampah sisa dapur yang organik.  

"Sampah dapur yang tidak dimanfaatkan akan menimbulkan pencemaran dan menjadi limbah, seperti menimbulkan bau tidak sedap,” ucapnya.

Melalui metode ember tumpuk, sebutnya, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi POC yang memiliki nilai guna.

Dalam sosialisasi ini, mahasiswa IPB University menjelaskan seputar POC dan eco-enzyme, manfaat dan cara pembuatan keduanya.

“Pembuatan POC menggunakan ember tumpuk efektif dan efisien, serta dapat mengolah sampah organik yang cukup banyak dalam waktu yang relatif cepat. Pembuatan dan fermentasi POC membutuhkan waktu sekitar 30 hari,” imbuhnya.

Peserta sanggar tani antusias dalam mendengarkan materi dan aktif bertanya dan berdiskusi.

Peserta dan tim PPK Ormawa bersama-sama membuat POC dan eco-enzyme menggunakan limbah organik dan alat yang telah disiapkan.

“Alhamdulillah kegiatannya bagus. Harapannya ilmu yang didapat bisa diaplikasikan pemuda tani Desa Benteng dan melalui koordinator tiap Rukun Warga (RW). Semoga ini bisa berkelanjutan,” ungkap Titik Wahyuni Selaku PPL Desa Benteng.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved