Tutup Ruang Praktik Open BO, Rumah Kontrakan dan Kosan di Bojonggede Bogor Diverifikasi

Pemerintah Desa Bojonggede melalui Satgas Kamtibmas terus berupaya konsisten memberantas penyakit masyarakat.

Penulis: yudistirawanne | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Briefing sebelum melakukan patroli di Desa Bojonggede. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah Desa Bojonggede melalui Satgas Kamtibmas terus berupaya konsisten memberantas penyakit masyarakat.

Kepala Desa Bojonggede, Dede Malvina menjelaskan, jika Satgas Kamtibmas berkoordinasi dengan Polsek Bojonggede rutin melakukan patroli.

Lebih lanjut, Dede Malvina membeberkan bahwa ada sejumlah perhatian yang menjadi fokus dalam memberantas penyakit masyarakat.

"Peredaran minuman keras. Kalau ada di Bojonggede saya butuh informasi itu dan pasti saya akan tindak kita lakukan penindakan dan laporkan ke pihak berwajib," ucapnya, Minggu (9/10/2022).

Tak hanya itu, Dede Malvina juga sangat konsen untuk mencegah terjadinya praktik open BO di wilayahnya.

"BO, selama saya menjabat itu sudah menangkap tiga kali dan kami lakukan pembinaan, kami stop. Kalau bukan orang Bojonggede jangan tinggal di Bojonggede. Sampai hari ini Bojonggede bebas dari open BO," tegasnya.

Dede Malvina menambahkan, khusus open BO, perangkat desa bergerak cepat agar penyakit masyarakat tersebut tidak merebak.

"Kalau open BO ini saya turun langsung. Daripada masyarakat yang menertibkan lebih baik kita yang memiliki kebijakan turun langsung," ungkapnya.

Tak hanya itu, demi membongkar praktik open BO, Dede Malvina memiliki strategi jitu agar hal tersebut tak terjadi.

"Saya mengajak perangkat desa. Saya harus aktif juga dan melacak melalui MiChat, WeChat supaya tau titik penyakitnya," bebernya.

Sebagai antisipasi, Dede Malvina menegaskan, pemilik kosan dan kontrakan di wilayahnya harus koorporatif.

"Terkait kontrakan dan kos-kosan, kami bulan September kemarin sudah menerapkan pendataan kepada ketua RT berapa jumlah kontrakan, siapa pemiliknya. Dari data itulah kami bisa tahu siapa pengontraknya dan pemiliknya," jelasnya.

"Ketika memang itu menjadi tempat sarang penyakit masyarakat maka kami akan melakukan tindakan yang persuasif," tuntasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved