Insiden Arema vs Persebaya

TGIPF Ungkap Temuan Mengejutkan Terkait Tragedi Kanjuruhan, Rekaman CCTV 3,5 Jam Mendadak Hilang

TGIPF ungkap temuan mengejutkan terkait tragedi Kanjuruhan. Rekaman CCTV berdurasi hampir 3,5 jam mendadak hilang tanpa jejak

Editor: khairunnisa
Kolase Instagram arema_bluearmy
TGIPF ungkap temuan mengejutkan terkait tragedi Kanjuruhan. Rekaman CCTV berdurasi hampir 3,5 jam mendadak hilang 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta ( TGIPF) mengurai temuan mengejutkan terkait tragedi Kanjuruhan.

Ternyata rekaman CCTV berdurasi hampir 3,5 jam tepatnya 3 jam 21 menit dan 54 detik dinyatakan hilang.

Rekaman CCTV tersebut merupakan CCTV di Lobby Utama Stadion Kanjuruhan dan area parkir.

Sebelum rekaman tersebut hilang, TGIPF mengungkapkan CCTV tersebut menggambarkan proses evakuasi Tim Persebaya.

Hilangnya rekaman CCTV tersebut diungkap TGIPF pada bagian kronologis tahap pelaksanaan pengamanan kepolisian halaman 98 dokumen Laporan TGIPF Tragedi Kanjuruhan yang diunggah di laman resmi Kemenko Polhukam RI, polkam.go.id pada Senin (17/10/2022).

Baca juga: Iwan Bule dkk Dituntut Mundur, Mahfud MD Ungkap 8 Kelalaian PSSI di Tragedi Kanjuruhan

"Pergerakan awal rangkaian Baracuda yang akan melakukan evakuasi Tim Persebaya, dapat terekam melalui CCTV yang berada di Lobby utama dan Area Parkir," kata TGIPF.

"Tetapi rekaman CCTV tersebut mulai dari pukul 22.21.30 dapat terekam dengan durasi selama 1 jam 21 menit, dan selanjutnya rekaman hilang (dihapus) selama 3 jam, 21 menit, 54 detik, kemudian muncul kembali rekaman selama 15 menit," sambung TGIPF.

TGIPF mengatakan hilangnya durasi rekaman CCTV tersebut menghambat tugas mereka untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi.

Saat ini, tim yang dipimpin Menko Polhukam RI sekaligus Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruham tersebut tengah berupaya meminta rekaman lengkap CCTV tersebut ke Mabes Polri.

"Hilangnya durasi rekaman CCTV menyulitkan atau menghambat tugas tim TGIPF untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi dan sedang diupayakan untuk meminta rekaman lengkap ke Mabes Polri," kata TGIPF.

Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan korban jiwa orang pada Sabtu 1 Oktober 2022 jadi sorotan. Bahkan viral di media sosial sosok anggota TNI yang menendang kunfu salah satu suporter hingga terlempar.
Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan korban jiwa orang pada Sabtu 1 Oktober 2022 jadi sorotan. Bahkan viral di media sosial sosok anggota TNI yang menendang kunfu salah satu suporter hingga terlempar. (Kolase berbagai sumber)

Diberitakan sebelumnya Tim Gabungan Independen Pencari Fakta ( TGIPF) Tragedi Kanjuruhan telah merampungkan tugasnya sesuai dengan Kepres nomor 19 tahun 2022.

Dipimpin Menko Polhukam RI sekaligus Ketua TGIPF Kanjuruhan Mahfud MD, tim menyerahkan laporan hasil investigasi beserta kesimpulan dan rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta Pusat pada Jumat (14/10/2022).

Dalam salinan dokumen laporan TGIPF Tragedi Kanjuruhan yang beredar pada hari yang sama, terdapat sejumlah kesimpulan dan rekomendasi.

Pada bagian kesimpulan terkait aparat, TGIPF Tragedi Kanjuruhan menyimpulkan aparat keamanan tidak pernah mendapatkan pembekalan atau penataran tentang pelarangan penggunaan gas air mata dalam pertandingan yang sesuai dengan aturan FIFA.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved