Cuaca Ekstrem, Kota Bogor Dikepung 439 Bencana Alam Dalam Waktu 3 Bulan

Teofillo Patrocinio Freitas menjelaskan, bencana alam yang nenerjang Kota Bogor disebabkan oleh cuaca ekstrem yang melanda.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
ILUSTRASI - Bencana alam yang terjadi di Kota Bogor dalam kurun waktu Juli-Oktober 2022. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - 439 bencana alam menerjang Kota Bogor periode Juli-Oktober 2022.

Mulai dari tanah longsor, banjir lintasan, tembok roboh, pohon tumbang, serta orang hanyut terjadi dalam kurun waktu 3 bulan ini.

Alhasil, 558 KK dari 1.411 jiwa ikut terdampak atas bencana alam yang menerjang Kota Bogor.

Teranyar, tanah longsor di Gang Kepatihan dan Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, turut memakan korban jiwa dengan total lima orang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Teofillo Patrocinio Freitas menjelaskan, bencana alam yang nenerjang Kota Bogor disebabkan oleh cuaca ekstrem yang melanda.

"Ini faktor cuaca ekstrem. Kejadian bencana alam di Kota Bogor menerjang dan menyebabkan ribuan jiwa terkena dampaknya," kata Teo.

Cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, membuat semua masyarakat harus waspda menghadapinya.

"Kita tidak berharap lah ya kejadi terulang, kita berharap tidak ada lagi korban, kita berharap semuanya terhindari lah ya. Minimal meskipun dari sisi kebencanaan kita tidak bisa menhindarinya, tetapi minimal jiwa bisa kita selamatkan lah ya," jelasnya.

BPBD pun sampai saat ini terus mengimbau masyarakat Kota Bogor agar senantiasa mengetahui cuaca ekstrem yang kerap terjadi dari kurun waktu siang menuju sore.

Dimana, berdasarkan prediksi Badan Meterilogi Klimatologis dan Geofisika (BMKG) cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga bulan Maret atau April 2023.

Masyarakat harus mengetahui hal itu supaya tetap memilih untuk tidak keluar rumah saat cuaca ekstrem ini.

Pun dengan masyarakat yang tinggal di titik-titik rawan bencana supaya bisa menghindari dan menjauh dari rumahnya.

"Sekiranya cuaca ekstrem terjadi siang hingga sore agar melakukan penyelamatan mandiri, evakuasi diri sendiri, mengungsi dulu ke tetangga, ke keluarga selama rumah kita ada di posisi rawan dan
membahayakan, setelah pagi situasi cetah kemudian balik lagi.

"Untuk pengendara juga agar mewaspadai jam jam hujan plus angin di siang sampai sore, karena di jalan- jalan utama Kota Bogor kan banyak yang rawan tumbang. Meskipun ada pemeliharaan dan pemangkasan setiap hari, tetap saja kita harus mewaspadai terhadap potensi pohon tumbang. Tetap waspada," jelasnya.

Sementara itu, di tengah Kota Bogor yang dikepung ratusan bencana alam dalam kurun waktu dua bulan itu, saat ini Wali Kota Bogor Bima Arya sudah menetapkan Kota Bogor dalam status tanggap darurat bencana.

Dimana, status tersebut berlaku sampai tanggal 31 Desember 2022 mendatang.

"Melihat prediksi perkiraan kondisi cuaca kedepan akan memutuskan dan menetapkan tanggap darurat bencana sampai tanggal 31 Desember. Saya instruksikan seluruh aparat untuk siaga dan meminta kepada warga betul betul waspada," kata Bima Arya kepada wartawan.


 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved