Polisi Tembak Polisi

Kenakan Kemeja Hitam, Bharada E Sungkem ke Keluarga Brigadir J Lalu Menangis di Samping Pengacara

Bharada E telah tiba di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan untuk menjalani lanjutan sidang kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Editor: Yudistira Wanne
Tangkapan layar
Bharada E menangis usai meminta maaf kepada pihak keluarga Brigadir J. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bharada E telah tiba di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan untuk menjalani lanjutan sidang kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Selasa (25/10/2022).

Kali ini, Bharada E mengenakan kemeja berwarna hitam dan tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sekitar pukul 08.10 WIB.

Jelang sidang, Bharada E terlihat membungkuk kepada pihak keluarga Brigadir J.

Bharada E meminta maaf kepada pihak keluarga Brigadir J atas kasus yang terjadi.

Usai membungkuk dan meminta maaf, Bharada E nampak kembali menghampiri pengacaranya, yakni Ronny Talapessy.

Di samping Ronny Talapessy, Bharada E nampak menangis atas perbuatan fatal yang menyebabkan nyawa Brigadir J melayang.

Adapun sidang yang rencananya digelar sekira pukul 09.30 WIB di ruang sidang utama PN Jakarta Selatan itu beragendakan pemeriksaan saksi yang akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca juga: Hari Ini Bharada E Akan Minta Maaf Langsung ke Keluarga Brigadir J, Dipertemukan di Sidang Kedua

Pejabat Humas PN Jakarta Selatan, Djuyamto menyampaikan, setidaknya ada 12 saksi yang akan dihadirkan oleh jaksa dalam sidang nanti untuk pembuktian perkara.

"Yang jelas agendanya pemeriksaan saksi. Apakah yang hadir 12 atau berapa kami tidak bisa memastikan," kata Djuyamto saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Selasa (25/10/2022).

Keseluruhan saksi yang akan diperiksa nantinya yakni dominan merupakan keluarga dari almarhum Brigadir J termasuk sang ayah yakni Samuel Hutabarat; serta kekasih Brigadir J, Vera Maretha Simanjuntak.

Baca juga: Ferdy Sambo Bakal Buat Skenario Lanjutan untuk Pojokkan Bharada E, Sudah Direncanakan Matang-matang

Dengan begitu, dapat dikatakan hari ini merupakan pertama kalinya Bharada E selaku terdakwa akan bertemu langsung dengan keluarga almarhum.

Kendati perihal teknis pemeriksaan nantinya apakah digabungkan atau tidak, Djuyamto menyatakan kalau hal tersebut merupakan kewenangan majelis hakim yang memimpin sidang.

"(Digabungkan atau dipisah pemeriksaannya) Itu kewenangan majelis hakim untuk teknisnya," tukas Djuyamto.

 

Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved