Polisi Tembak Polisi

Daftar 5 Kebohongan Susi ART Putri Candrawathi Menurut Bharada E, Ferdy Sambo Pisah Rumah dari Istri

Bharada E menguak sederet kebohongan Susi ART Putri Candrawathi di persidangan pada Senin (31/10/2022). Termasuk soal fakta rumah tangga Ferdy Sambo

Penulis: khairunnisa | Editor: Vivi Febrianti
kolase Youtube
Bharada E menguak sederet kebohongan Susi ART Putri Candrawathi di persidangan pada Senin (31/10/2022). Termasuk soal fakta bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sudah pisah rumah 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bharada Richard Eliezer ( Bharada E) membongkar kebohongan Susi asisten rumah tangga (ART) Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.

Hal itu diurai Bharada E usai Susi memberikan kesaksian di persidangan kasus pembunuhan Brigadir J pada Senin (31/10/2022).

Dalam uraiannya, Bharada E menyingkap lima kebohongan yang telah disampaikan Susi di depan majelis hakim dalam persidangan.

Apa saja lima kebohongan tersebut ? simak uraiannya yang telah dihimpun TribunnewsBogor.com dari kanal Kompas TV :

1. Bharada E Protes ke Yosua

Dalam persidangan hari ini, Bharada E menyebut Susi mengurai banyak kebohongan.

Hal keliru pertama yang diungkap Susi menurut Bharada E adalah soal Bharada E yang menegur Brigadir J.

Disebutkan oleh Susi, Bharada E sempat memprotes Yosua yang hendak mengangkat alias menggendong Putri Candrawathi dari sofa.

Padahal menurut Bharada E, ia tidak pernah mengucapkan hal tersebut.

"Keterangan saksi banyak yang bohongnya," ujar Bharada E.

"Bisa disebutkan satu persatu mana yang bohong ?" tanya ketua majelis hakim Wahyu Imam Santoso.

"Pertama, waktu di tanggal 4 (Juli), waktu yang katanya ada pelecehan," ujar Richard.

Baca juga: Hakim Sudah Tahu Susi Bohong, ART Putri Candrawathi Cerita Hal Tak Masuk Akal soal Insiden Magelang

"Yosua mengangkat Putri ?" tanya Wahyu.

"Itu memang saya lihat. Tapi di situ saksi (Susi) mengatakan saya (bicara) ke Yosua 'jangan gitu lah bang'. Padahal itu tidak benar. Saya tidak berkata seperti itu," pungkas Bharada E.

Lebih lanjut, majelis hakim bertanya detail soal kejadian di Magelang.

Yakni tudingan bahwa Brigadir J mengangkat Putri Candrawathi.

"Tadi saudara katakan bahwa Yosua mengangkat (Putri) itu benar mengangkat atau baru mau mengangkat tapi tidak jadi ?" tanya hakim Wahyu.

"Baru mau mengangkat," pungkas Bharada E.

"Pada saat itu PC sakit atau tiba-tiba dia (Yosua) mengangkat ?" tanya hakim Wahyu.

"Saya tidak tahu untuk pada saat itu beliau sakit atau enggaknya. Karena saya pada saat itu saya di samping, bang Yos datang manggil saya, terus saya ke dalam sama almarhum. Di situ almarhum meminta saya untuk membantu mengangkat ibu PC. Tapi saat saya mendekat, PC ini menggelengkan tangan ke saya, jadi saya mundur enggak jadi," imbuh Bharada E.

Susi, asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ditegur oleh ketua majelis hakim Wahyu dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022).
Susi, asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ditegur oleh ketua majelis hakim Wahyu dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022). (Kompas TV)

"Saudara memang diminta bantuan oleh korban (Yosua untuk mengangkat Putri Candrawathi) ?" tanya hakim lagi.

"Benar," ucap Bharada E.

2. Ferdy Sambo Jarang Pulang ke Saguling

Kebohongan kedua yang diurai Susi menurut Bharada E soal cerita bahwa Ferdy Sambo selalu berada di rumah Saguling.

Faktanya menurut Bharada E, Ferdy Sambo jarang pulang ke rumah Saguling yang ditempati Putri Candrawathi.

Baca juga: Sebut Keterangan Susi Banyak yang Bohong, Bharada E Sebut Ferdy Sambo Hanya 2 Hari di Saguling

Pisah rumah dengan istri, Ferdy Sambo ke Saguling hanya hari Sabtu dan Minggu saja.

"Saksi mengatakan FS lebih sering di Saguling dan saksi sering menyediakan sarapan pagi untuk FS. Sesuai faktanya, FS ini lebih sering di kediaman di Bangka, sabtu minggu saja baru balik ke Saguling," kata Bharada E.

3. Isolasi di Rumah Bangka

Lebih lanjut, Bharada E pun mengungkap fakta dari kebohongan ketiga Susi di persidangan.

Hal tersebut berkenaan dengan Susi yang menyebut keluarga Ferdy Sambo melakukan isolasi di rumah dinas Duren Tiga.

Menurut Bharada E, seluruh ajudan dan keluarga Ferdy Sambo diisolasi di rumah Bangka saat terkena Covid.

"Pada beberapa bulan lalu FS terpapar Covid-19. Saya dan beberapa ajudan terkena Covid. Isolasinya dilaksanakan di kediaman Bangka. FS kena Covid, setelah itu anaknya yang perempuan kena Covid juga, isolasinya di Jalan Bangka. Jadi tidak pernah isolasi di Duren Tiga," ujar Bharada E.

4. Brigadir J Punya Kamar di Saguling

Kebohongan keempat yang diurai Susi di persidangan adalah soal Brigadir J yang tak punya kamar di Saguling.

Irjen Ferdy Sambo bersama sang istri tercinta, Putri Candrawathi (kiri) beserta Brigadir J (kanan), pengawal Irjen Ferdy Sambo yang meninggal dunia akibat ditembak Bharada E
Irjen Ferdy Sambo bersama sang istri tercinta, Putri Candrawathi (kiri) beserta Brigadir J (kanan), pengawal Irjen Ferdy Sambo yang meninggal dunia akibat ditembak Bharada E (kolase Instagram)

Diungkap Bharada E, almarhum Yosua sejatinya memiliki sebuah kamar di rumah Saguling.

Bahkan kamar tersebut hingga kini masih dipenuhi barang-barang milik Brigadir J.

"Untuk almarhum, tadi saksi mengatakan almarhum tidak memiliki kamar di jalan Saguling. Saya ingin membantah, karena almarhum memang memiliki kamar di Saguling, kamar ajudan, di situ barang-barang almarhum semua," imbuh Bharada E.

5. Susi Lihat Senjata di Mobil

Selanjutnya, Bharada E meyakini bahwa Susi berbohong soal tak melihat senjata di mobil saat perjalanan dari Jakarta ke Magelang.

Menurut Bharada E, senjata tersebut sejatinya berukuran besar.

Baca juga: Hakim Heran Ajudan Putri Laki-laki Semua, Bakal Pertemukan Susi dengan Kuat: Kita Tetapkan Tersangka

Karenanya tak mungkin Susi yang satu mobil dengan rombongan tak melihat ada senjata di dalamnya.

"Untuk senpi laras panjang tadi ditanyakan oleh Jaksa apakah saksi (Susi) melihat ? menurut saya saksi melihat karena untuk senpi laras panjang kan cukup besar, mobil kan cuma berempat orang dari Jakarta ke Magelang pasti kelihatan," ujar Bharada E.

Kesaksian Susi Beda dari BAP

Sementara itu, Susi tampak mengubah kesaksiannya di persidangan.

Sempat menyebut Brigadir J mengangkat Putri Candrawathi di Magelang dalam BAP, Susi mengubah haluannya.

Di depan majelis hakim, Susi menyebut bahwa Brigadir J tidak mengangkat atau menggendong Putri Candrawathi.

"(Putri Chandrawathi) Tidak diangkat (oleh Yosua). Ibu masih di sofa, enggak lama om Kuat manggil bibi 'sus tolong pindahin ibu ke atas, papah ke atas. Saya mapah ibu sama om Kuat ke atas," kata Susi.

"Di BAP penyidik kamu bilang diangkat oleh Yosua," pungkas majelis hakim.

"Yosua enggak ngangkat," imbuh Susi.

Bharada E menguak sederet kebohongan Susi ART Putri Candrawathi di persidangan pada Senin (31/10/2022). Termasuk soal fakta bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sudah pisah rumah
Bharada E menguak sederet kebohongan Susi ART Putri Candrawathi di persidangan pada Senin (31/10/2022). Termasuk soal fakta bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sudah pisah rumah (kolase Youtube)

"Iya, tapi di BAP penyidik keteranganmu itu (Putri) diangkat (Yosua). Yang benarnya yang ini ? yang sekarang ?" tanya majelis hakim.

"Siap pak," jawab Susi.

"Kenapa kamu ubah ? enggak segampang itu mengubah pernyataannya," pungkas majelis hakim.

"Karena saya gugup banget, apa yang sebenarnya yang terjadi, kok saya dipanggil polisi," ucap Susi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved