Polisi Tembak Polisi

Debat Panas Hotman Paris dan Saor Soal Ferdy Sambo Menangis, Sebut Suami Putri Bisa Lolos Pasal 340

Pengacara ternama Hotman Paris terlibat debat panas dengan Inisiator TAMPAK Saor Siagian saat membahas tangisan Ferdy Sambo.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Soewidia Henaldi
Youtube/tvOneNews
Pengacara ternama Hotman Paris terlibat debat panas dengan Inisiator TAMPAK Saor Siagian saat membahas tangisan Ferdy Sambo. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Pengacara ternama Hotman Paris terlibat debat panas dengan Inisiator TAMPAK (Tim Advokat Penegak Hukum dan Keadilan), Saor Siagian saat membahas tangisan Ferdy Sambo.

Hotman Paris bersikukuh bahwa Ferdy Sambo spontan melakukan pembunuhan kepada Brigadir J karena emosi pendengar cerita istrinya, Putri Candrawathi.

Hal itu kata Hotman Paris, terlihat pada tangisan Ferdy Sambo di depan ajudannya, Bripka RR dan Bharada E.

Ia menyoroti momen seorang jenderal menangis di depan ajudannya tersebut.

Namun menurut Saor Siagian, tangisan Ferdy Sambo itu merupakan trik dalam rangka memuluskan rekayasanya.

Hal itu juga dibantah lagi oleh Hotman Paris yang mengungkap bahwa tangisan Ferdy Sambo itu dilakukan sebelum adanya pembunuhan.

Awalnya, Hotman Paris menyinggung soal tangisan Ferdy Sambo itu sebelum menghabisi Brigadir J.

“Saya melihat ini, mungkin tim kuasa hukumnya berterimakasih sama gw. Karena akulah yang pertama kali. Saya sesudah baca itu, apa benar seorang jenderal menangis? Saya baca lagi, saya baca lagi jangka waktu dia menangis,” ungkap Hotman Paris dilansir dari Catatan Demokrasi di Youtube tvOneNews, Rabu (2/11/2022).

Hal itu pun hampir ditanggapi oleh Saor Siagian yang sudah gemas, namun ia tahan dan mempersilakan Hotman Paris melanjutkan terlebih dahulu.

Baca juga: Ferdy Sambo Jalan Tegak Keluar Ruang Sidang, Pakar Ungkap Penyebab FS Bisa Sepede Itu: Ada Dukungan

Jika melihat jangka waktu Ferdy Sambo menangis hingga membunuh Brigadir J, kata Hotman Paris, maka Mantan Kadiv Propam itu bisa lolos dari pembunuhan berencana.

“Jangka waktu menangis sampai kemudian penembakan kurang dari 45 menit dan itu tidak ada orang lain, kalau itu berpura-pura, dan waktu itu kan belum ada sandiwara, belum terbongkar. Maksudnya itulah motivasi saya, saya melihat saya bisa masuk bahwa unsur pembunuhan berencana bisa lolos dari situ. Kalau 338 saya melihat agak susah untuk lolos,” jelasnya.

Kemudian ia juga mengungkap nasib Bharada E yang merupakan justice colaborator.

“Kalau justice colaborator kan tidak menghilangkan perbuatan, hanya dikasih keringanan. Perbuatan tetap ada, justru karena dia mengaku makanya dikasih justice colaborator. Cuma dikurangi hukumannya,” kata Hotman Paris lagi.

Pernyataan itu pun langsung ditanggapi oleh Saor Siagian yang menyebut kalau Ferdy Sambo hanya sandiwara.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved