Kasus Gagal Ginjal Akut, Dinkes Kabupaten Bogor Beri Tips Mengobati Anak Yang Demam Tanpa Obat Sirup

Masyarakat bisa menggunakan obat-obatan jenis herbal, namun tetap harus memperhatikan sertifikasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Hal terseb

TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Kabid Pelayanan dan Kesehatan pada Dinkes Kabupaten Bogor, Esther Melanni menjelaskan penanganan anak yang demam ditengah maraknya kasus gagal ginjal akut (27/10/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ditengah maraknya kasus gagal ginjal akut pada anak, diberbagai daerah di Indonesia kini peredaran obat cair atau obat sirup dihentikan sementara.

Obat jenis sirup ini sangat digandrungi untuk mengobati anak, terutama saat demam, lalu, bagaimana cara mengobati anak yang sedang demam untuk saat ini?

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Esther Melanni mengatakan, terdapat beberapa cara untuk mengobati anak yang sedang demam.

Esther Melanni menjelaskan, masyarakat bisa menggunakan obat-obatan jenis herbal, namun tetap harus memperhatikan sertifikasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM).

"Kalau ada obat herbal yang mengandung antibiotik seperti jahe itu boleh juga bagus, seperti zaman dulu dibalur-balur pake bawang itu boleh juga, fungsinya untuk menghangatkan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut, Dinkes Kabupaten Bogor Edarkan Surat Pembatasan Obat Sirup

Selain itu, ia menjelaskan, untuk penangan anak yang sedang mengalami demam, tidak dianjurkan untuk dikompres menggunakan air dingin.

Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi perubahan suhu yang drastis pada anak yang sedang sakit.

"Kalau demam di kompres hangat, jangan air dingin, itu bisa membuat tambah kejang, kemudian tubuhnya dibasuh pake air hangat, banyak minum karena butuh metabolisme yang tinggi," terangnya.

Kemudian, kata Ester Melanni, apabila suhu tubuh pada anak sudah mencapai 38 derajat, maka segera bawa ke dokter atau rumah sakit.

"Untuk sekarang jangan dulu diberi obat yang sembarang," katanya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved