Satwa Dilindungi Owa Jawa Dijual via Facebook, Polres Bogor Lakukan Pengembangan ke Pelaku Lainnya

tersangka penjual satwa langka yang dibekuk yakni MM (32) dan SU (26) juga mengaku mendapatkan Owa Jawa via Facebook.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Potret Owa Jawa satwa yang dilindungi yang dijual oleh dua orang pelaku kini dibekuk oleh Polres Bogor, yang di jual melalui Facebook, Jumat (4/11/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kasus jual beli satwa dilindungi Owa Jawa di kawasan Sentul yang diungkap Polres Bogor dengan penangkapan dua tersangka rupanya diperjualbelikan via media sosial Facebook.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin menjelaskan bahwa dua pria tersangka penjual satwa langka yang dibekuk yakni MM (32) dan SU (26) juga mengaku mendapatkan Owa Jawa via Facebook.

Maka dari itu, kata dia, pihaknya akan terus mengembangkan penyidikan kasus ini untuk mengungkap pelaku lainnya dalam penjualan satwa dilindungi ini.

"Karena berdasarkan informasi dari para tersangka, mereka memperoleh dari media sosial Facebook dan kami akan terus mengembangkannya," kata AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan, Jumat (4/11/2022).

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan menambahkan bahwa untuk kasus yang diungkap di Sentul ini, dua tersangka juga menawarkan Owa Jawa melalui media sosial Facebook.

Baca juga: Jual Satwa Dilindungi, Dua Pelaku Penjual Owa Jawa Dibekuk Polres Bogor

Sebelum akhirnya tersangka ini ditangkap saat hendak melakukan transaksi di wilayah Sentul Bogor.

"Dia beli awalnya Rp 3,5 Juta yang hendak dijual Rp 5 Juta," kata AKP Siswo DC Tarigan.

Dalam penangkapan dua pelaku ini, Tersangka MM diketahui berperan sebagai kurir dan masih warga Kabupaten Bogor dan Tersangka SU sebagai pemilik atau selaku penjual warga Kabupaten Cianjur.

"Sementara pengakuan tersangka yang berperan sebagai kurir baru satu kali, tapi kalau dari tersangka yang pemilik barang kita perhatikan yang bersangkutan sudah berkali-kali memperjualbelikan satwa. Cuman disini tidak hanya terbatas satwa yang dilindungi, termasuk satwa-satwa yang tidak dilindungi. Memang yang bersangkutan berprofesi sebagai pedagang satwa," kata Siswo.

Kedua tersangka dikenakan pasal 21 ayat 2 jo pasal 40 UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi dan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya jo Permen LHK yang mengatur jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 100 Juta.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved