Polisi Tembak Polisi

Sebut AKP Irfan Tak Halangi Penyidikan, AKP Rifaizal : Kami Hanya Menjalankan Perintah Yang Mulia

Terdakwa perintangan penyidikan atau obstruction of justice, AKP Irfan Widyanto disebut tak menghalangi penyidikan.

Editor: Vivi Febrianti
Youtube channel Kompascom Reporter on Location
Terdakwa perintangan penyidikan atau obstruction of justice, AKP Irfan Widyanto disebut tak menghalangi penyidikan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Terdakwa perintangan penyidikan atau obstruction of justice, AKP Irfan Widyanto disebut tak menghalangi penyidikan.

Hal itu lantaran Irfan memberikan DVR CCTV terkait kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit, mengungkapkannya dalam persidangan dugaan kasus obstruction of justice atas terdakwa Irfan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022).

Ridwan menyebutkan, Irfan tidak menghalangi penyidikan lantaran turut membantu menyerahkan DVR CCTV.

Pasalnya, tindakan Irfan tersebut merupakan bantuan dari Propam Polri.

Baca juga: Terungkap Alasan Ferdy Sambo Ditakuti, Tante Brigadir J Ungkap Perbedaan Perlakuan: Tas Diperiksa

"Keberadaan dia di TKP sebagai bagian dari Mabes Polri, Bareskrim, Propam ada," kata Ridwan, dalam persidangan hari ini.

"Dan pikiran saya waktu itu memberikan DVR saya karena saya berpikir dia juga memberikan backupan kepada kita. Kan dia juga penyidik," ujar Ridwan.

Dalam kasus ini, Ridwan mengaku memang sempat juga menyerahkan DVR CCTV rumahnya kepada Irfan.

Ia juga mengatakan bahwa Paminal Polri berhak melakukan penyelidikan berupa pengamanan di  area TKP.

Adapun DVR CCTV yang diambil oleh Irfan dilakukan pada Sabtu (9/7/2022), sehari setelah tewasnya Yosua.

Setelah itu keesokan harinya, DVR CCTV itu langsung diserahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

DVR CCTV sudah menjadi kewenangan penyidik sejak Minggu (10/7/2022) yang tak lain tepat setelah DVR CCTV diserahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Tindak pidana yang terjadi hingga saat itu bahkan masih belum ada.

Baca juga: Ferdy Sambo Minta Penyidik Agar Tidak Mencecar Bharada E: Richard Sudah Bela Keluarga Saya

"Pada tanggal 9 itu bertemu (AKP Irfan) melakukan komunikasi (menyerahkan DVR CCTV). Itu dua kali. Di antara jam 4 dan setengah 6," ucap Ridwan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved