Polisi Tembak Polisi

Brigadir J Dituding Berkepribadian Ganda, Demi Dukung Skenario Pelecehan dan Ringankan Hukuman Sambo

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar mengomentari pernyataan kuasa hukum Ferdy Sambo yang menyebut almarhum Brigadir J memiliki kepribadian ganda.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
Kolase
Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar mengomentari pernyataan kuasa hukum Ferdy Sambo yang menyebut almarhum Brigadir J memiliki kepribadian ganda. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pakar Hukum Pidana Univeristas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengomentari pernyataan kuasa hukum Ferdy Sambo yang menyebut kalau almarhum Brigadir J memiliki kepribadian ganda.

Menurut Abdul Fickar Hajdar, tudingan itu tidak logis dan hanya asumsi belaka karena tidak didukung oleh pemeriksaan ahli.

Bahkan menurut dia, pihak Ferdy Sambo sengaja memunculkan hal tersebut untuk meringankan hukumannya.

Apalagi tudingan kuasa hukum tersebut, didukung dengan pernyataan-pernyataan para saksi yang mengungkap sifat dan perilaku almarhum Brigadir J semasa hidup.

"Saksi-saksi ini akan menjelaskan bahwa sebelum terjadinya penembakan itu ada peristiwa yang menjelaskan perannya korban sehingga kemudian sampai pada satu keputusan ketika terdakwa FS ini dilaporkan, dia mengambil keputusan harus menembak Yosua," kata dia dilansir dari Youtube Official iNews, Kamis (10/11/2022).

Ia pun menduga bahwa apa yang diceritakan oleh saksi memang sengaja disampaikan untuk menguntungkan pihak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

"Apakah kesaksian ini menyudutkan Yosua? Saya kira ini mereka cerita fakta, bahwa fatanya kemudian menempatkan Yosua pada perbuatan atau peran yang agak negatif misalnya, itu konsekuensi logis," katya dia.

Meskipun kata dia, pada persidangan hakim berulang kali menduga bahwa pernyataan saksi terutama Susi, Kodir dan Damson adalah bohong.

"Saya kira, hakim sebenarnya bisa mengingatkan kepada saksi bahwa ada anacama hukuman jika memberikan keterangan palsu. Jika sudah diperingatkan beberapa kali saksi-saksi ini tetap saja memberikan kesaksian seperti itu, maka semua keterangan saksi akan jadi pertimbangan hakim untuk memberikan keputusan," bebernya.

Untuk itu menurutnya, hakim akan memilah keterangan mana yang memang relefan, karena keterangan satu objek tidak hanya dikatakan oleh Susi saja.

Baca juga: Sebut Kesaksian Damson Atas Perintah Ferdy Sambo, Pengacara Brigadir J: Ia Tetap Tidak Layak Dibunuh

"Di situ akan kelihatan mana yang logis dan tidak, nanti jadi kewenangan hakim untuk memilah mana ketarangan yang bisa menjelaskan bahwa memang terdakwa FS dan PC bersalah melakukan tindak pidana," ujarnya.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa pernyataan kuasa hukum Ferdy Sambo yang menuding Brigadir J ber kepribadian ganda adalah hal yang tidak logis.

"Yosuanya sendiri sudah meninggal, artinya sulit dipertanggung jawabkan itu. Dari mana kuasa hukum menilai bahwa Yosua punya kepribadian ganda, kesimpulan itu atas dasar apa, kan belum ada pemeriksaan dari dokter kejiwaan dan sebagainya," tutur dia.

Sehingga ia pun mengatakan bahwa tudingan itu hanya bersifat analisis saja berdasarkan keterangan para saksi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved