Ratusan Buruh di Kabupaten Bogor Tuntut Kenaikan UMK 2023, Begini Kata Disnaker

Muhammad Idris mengatakan, pihaknya sempat melakukan audiensi dengan perwakilan buruh terkait tuntutan yang di bawakan oleh massa aksi hari ini.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Aksi unjuk rasa buruh di depan Komplek Pemerintah Kabupaten Bogor menuntut kenaikan upah UMK tahun 2023 (11/11/2022) 

Laporan Wartawan  TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bogor merespon aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh serikat pekerja di Kabupaten Bogor yang menuntut kenaikan upah minimum kota (UMK) tahun 2023 sebesar 13 persen di depan Komplek Pemerintahan Kabupaten Bogor, Jumat (11/11/2022).

Kepala Bidang Hubungan Industrial pada Disnaker Kabupaten Bogor, Muhammad Idris mengatakan, pihaknya sempat melakukan audiensi dengan perwakilan buruh terkait tuntutan yang di bawakan oleh massa aksi hari ini.

"Intinya semua yang mereka inginkan kami tampung sebagai aspirasi ke provinsi, kami tindak lanjuti di rapat dewan pengupahan," ujarnya kepada wartawan di lokasi aksi.

Ia mengatakan pemerintah daerah hanya memfasilitasi terkait tuntutan dan akan direkomendasikan kepada pemerintah provinsi.

"Terhitung 2021 itu ditentukan oleh Pusat bukan dari Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK), kemudian diajukan provinsi ketika ditanya, mana buktinya ini, surat yang mereka usulkan," terangnya.

Muhammad Idris mengatakan, terkait dengan keputusan pengupahan, nantinya akan sebuah forum tertentu ditingkat provinsi yang mana seluruh kepala dinas akan diundang sebelum ketetapan UMK diumumkan.

Dengan begitu, pihaknya belum bisa memastikan apakah UMK Kabupaten Bogor tahun 2023 akan mengalami kenaikan.

"Itu kami belum bisa menyampaikan itu, kita nunggu dari sana, hasil dari dewan pengupahan provinsi karena kewenangan di sana," tandasnya.

Menurutnya, saat ini UMK Kabupaten Bogor termasuk upah terbesar ke tiga se Jawa Barat dengan nilai Rp 4.217.206, namun angka tersebut merupakan yang terendah di wilayah Jabodetabek.

 

Sumber: TribunNewsmaker
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved