Temuan Mayat Satu Keluarga

Satu Keluarga yang Tewas Misterius Dikaitkan dengan Sekte, Polisi Beri Tanggapan Ini

Kasus kematian misterius satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat masih menyimpan banyak tanda tanya.

Editor: Yudistira Wanne
kolase Tribun Jakarta dan Youtube
Penampakan isi rumah satu keluarga tewas di Kalideres. Ada kulkas empat pintu, sofa hingga kasur yang tak diseprai 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus kematian misterius satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat masih menyimpan banyak tanda tanya.

Publik dibuat penasaran dengan meninggalnya satu keluarga tersebut secara misterius.

Tak ayal, sejumlah dugaan bermunculan.

Salah satunya, empat orang tersebut diduga menganut sekte tertentu.

Berkaitan dengan hal itu, polisi menegaskan masih terus menyelidiki penyebab kematian satu keluarga tersebut.

Polisi belum dapat menyimpulkan kemungkinan kematian satu keluarga itu dilatarbelakangi sekte apa pun.

"Sekali lagi kami tidak bisa menyimpulkan sementara (dugaan sekte), tidak boleh berasumsi. Nanti secara komprehensif akan disimpulkan oleh ahli," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.

Hengki berkata, penyidik telah bekerja sama dengan tim ahli untuk mencari berbagai kemungkinan penyebab kematian.

Tim gabungan itu menggunakan alat-alat canggih guna menyelidiki apakah ada bercak darah dan lain sebagainya.

Saat ditanya hasil penyelidikan, Hengki menjawab bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

"Nanti setelah selesai, kami akan rilis bersama tim ahli," ujar Hengki.

Adapun saat ini polisi mengeklaim telah mengantongi sejumlah temuan baru usai melakukan olah TKP lanjutan, salah satunya ditemukan tumpukan sampah di dalam rumah korban.

"Nanti ahli yang akan menjelaskan, kenapa kok buang sampah di dalam rumah, tidak keluar? Artinya ini menunjukkan hubungan yang bersangkutan dengan tetangga dan lain sebagainya apakah sifatnya mengurung diri atau lain sebagainya, ini salah satunya," tutur Hengki.

Selain itu, penyidik juga menemukan bahwa mobil yang diduga hilang ternyata telah dijual salah satu korban tewas bernama Budiyanto Gunawan.

Mobil itu dijual pada Januari 2022 di sebuah showroom seharga Rp 160 juta.

Sebagai informasi, kepolisian menggandeng beberapa ahli guna mengungkapkan penyebab kematian empat orang tersebut.

Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, kedokteran forensik RS Polri Kramatjati dan RSCM-UI, serta Asosiasi Psikologi Forensik (Apfisor) juga dilibatkan dalam olah TKP kali ini.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved