Gempa Bumi Cianjur

Nasib Korban Gempa Cianjur di Tenda Pengungsian Cugenang, Bayi Kedinginan Karena Kekurangan Selimut

warga-warga yang mengungsi pun terpaksa harus menggunakan air dari aliran sawah sekitar untuk keperluannya. Air yang tampak keruh itupun digunakan

Penulis: Reynaldi Andrian | Editor: Damanhuri
tribunjabar.id
Korban gempa bumi di Cianjur yang mengungsi di kaki Gunung Gede tepatnya di Kampung Burangkeng, RW.01, Desa Mangunkerta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

Bahkan, kebutuhan lainnya juga di tenda pengungsian masih banyak yang kurang dirasakan oleh warga yang terdampak, seperti perlengkapan tidur.

"Baru satu dua aja yang ada. Selimut, terus pakaian, dan kipas angin belum ada juga," tambahnya.

"Ini hari ini saya baru bisa berbicara. Keinget terus anak saya. Tapi, ya saya sudah mulai mengikhlaskan. Untuk harapannya, semoga bantuan bisa disalurkan maksimal," tandasnya.

Sementara itu, hal serupa juga dialami oleh pengungsian di Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Bahkan di tempat pengungsian ini, warga yang terdampak mendirikan tenda sendiri di sebuah lapangan hinga mampu menampung sekiranya ratusan orang.

Saat ini di tenda penampungan tersebut menampung 50 kepala keluarga.

Kondisi pengungsian milik warga di Kampung Kebon Kawung, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11/2022).
Kondisi pengungsian milik warga di Kampung Kebon Kawung, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11/2022). (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

Menurut salah satu pengungsi, Teti mengeluhkan ketidaknyamannya berada di tenda penampungan ini.

Menurutnya bila pada malam hari waktunya tidur, di tenda penampungan ini terasa sangat dingin.

Tetapi berbanding terbalik bila pada siang hingga sore hari,  di tenda penampungan ini terasa sangat panas dan pengap.

"Kalau malem banyak nyamuk, kedingininan juga, kalau siang panas banget, kita kan ibaratnya kalau panas bisa kemana-kemana, tapi ini kan bayi sampe nangis-nangis," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (23/11/2022).

Bahkan, para pengungsi pun sudah mulai mengeluhkan sakitnya.

Berbagi macam penyakit pun timbul di pengungsian warga.

"Keluhan sakit perut masuk angin kali ya, butuh obat, kami mohon sama yang diatas bantuannya," ucapnya.

Baca juga: Mobil Avanza dan Towing Mampu Dievakuasi dari Timbunan Tanah Longsor, Keberadaan Sopir Masih Misteri

Bantuan tersebut, kata Teti sebenarnya sudah beberapa kali datang tetapi tidak maksimal untuk warga yang berada di penampungan.

"Bantuan udah mulai berdatangan, tapi belum terkucupi 100 persen, kaya buat perlengkapan nayi, di sini kami masih butuh vitamin, selimut, obat-obatan," harapnya.

(TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat/Muamarrudin Irfani/Reynaldi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved