Gempa Bumi Cianjur

Hiburan di Tengah Duka, Posko Gempa Cianjur Dapat TV, Warga Sumringah Bisa Nonton Piala Dunia 2022

Saat itu Ejot tampak sumringah karena kedatangan televisi yang disumbangkan oleh seseorang. Bahkan, saat itu Ejot yang sedang memegang sepuntung rokok

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Suasana riang sejenak di tengah duka di posko pengungsi Kebonkawung, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, saat diberi bantuan dan peralatan lainnya 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Meski dalam kondisi berduka, para pengungsi korban bencana gempa bumi Cianjur, Jawa Barat masih memiliki euforianya akan Piala Dunia 2022 Qatar.

Bahkan euforia ini muncul di posko pengungsian di wilayah Kampung Kebon Kawung, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022) pagi.

Salah satunya dari pengungsi yang bernama Ejot (40) karena di poskonya mendapatkan televisi untuk para warga yang terdampak.

Saat itu Ejot tampak sumringah karena kedatangan televisi yang disumbangkan oleh seseorang.

Bahkan, saat itu Ejot yang sedang memegang sepuntung rokok, hampir jatuh karena kegirangannya itu.

Kedatangan televisi di poskonya itu membuat Ejot bertepuk tangan berkali-kali. 

Ejot mengatakan bahwa warga akan merasa terhibur sejenak di tengah duka.

"Asyik euy, Aya tivi, berarti bisa nonton bola," ujarnya yang berdiri paling belakang saat bos kapal dari Surabaya akan memberikan bantuan televisi sebanyak enam buah untuk enam posko di wilayah Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Sabtu (26/11/2022) pagi.

Bahkan, sangking senangnya, para pengungsi yang terdampak seakan lupa dengan apa yang telah dialami sebelumnya.

Mereka pun tertawa riang, karena bisa kembali menonton televisi untuk mengetahui informasi dan hiburan-hiburan lainnya termasuk gelaran Piala Dunia 2022.

Baca juga: Tanah di Area Warung Sate Shinta Cianjur Retak Sebelum Longsor, Terekam Detik-detik Kepanikan Warga

Lalu, pengungsi lainnya yang ikut merasakan kesenangan itu terlihat dari Syarif Hidayat (50), Ruslan (17), dan Nurjanah (40).

Menurut Nurjanah, para ibu-ibu di posko pengungsiannya bisa kembali menonton sinetron dan FTV.

Lalu, menurut penyumbang televisi, Bambang mengatakan bahwa ia memberikan enam unit TV di dua titi di Desa Mekarsari dan Desa Gasol.

"Tak melulu cerita kesedihan mengulang kejadian, ya meski duka kami belum terobati setidaknya kami bisa rehat sejenak dari kepiluan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved