IPB University

Sepakat Jalin Kerjasama, IPB University Deklarasikan SPR ke-64 di Kabupaten Lampung Tengah

SPR bagi IPB University adalah inovasi kelembagaan unggulan yang dapat diduplikasi di berbagai wilayah Indonesia untuk pembangunan bidang peternakan.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
IPB University menyepakati perjanjian kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pembangunan daerah sekaligus deklarasi Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - IPB University menyepakati perjanjian kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pembangunan daerah sekaligus deklarasi Sekolah Peternakan Rakyat (SPR).

Kesepakatan kerjasama (MoU) ditandatangani oleh Wakil Rektor IPB University bidang Internasionalisasi, Kerjasama dan Hubungan Alumni, Prof Dodik Ridho Nurrochmat bersama Bupati Lampung Tengah, H Musa Ahmad, SSos, beberapa waktu lalu.

“SPR bagi IPB University merupakan inovasi kelembagaan unggulan yang dapat diduplikasi di berbagai wilayah di Indonesia untuk pembangunan bidang peternakan. Deklarasi SPR ke-64 ini merupakan hidayah bagi pembangunan peternakan di Kabupaten Lampung Tengah. Pasalnya, tidak semua daerah di Indonesia bisa mendirikan SPR, mengingat tantangan dan dinamika internal pemerintah daerah (pemda) atau pemkab yang sangat kompleks,” ujar Prof Dodik.

Deklarasi SPR ini dikumandangkan oleh para peternak rakyat yang diselenggarakan atas kerjasama antara IPB University, PT Great Giant Livestock (GGL) dan Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Lampung Tengah dengan nama SPR Andini Jaya Tiasmojo.

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Pemilik Ternak (DPPT) SPR IPB University, Sartono, filosofi nama Andini Jaya berasal dari kebiasaan masyarakat Kecamatan Punggur yang sejak lama sudah beternak sapi (Andini) dan unggul sapinya (Jaya).

Sementara Tiasmojo berasal dari nama tiga desa, yaitu desa Tulung Itik, Astomulyo dan Mojopahit.

“Namun, kami masih merasa kurang ilmu dan teknologi dan ingin belajar pada IPB University melalui SPR. Semoga IPB University memberikan harapan baru bagi kemajuan peternakan sapi di SPR Andini Jaya Tiasmojo,” sambut Sartono.

Sementara, Ketua Unit Pengelola SPR-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, Prof Agik Suprayogi mengatakan, penandatangan MoU ini penting sebagai dasar pendirian SPR 1111-IPB di Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.

Pendirian SPR Andini Jaya Tiasmojo merupakan model platform hilirisasi perguruan tinggi untuk masyarakat dan petani (Hiper-Madani), melalui korporasi Tetra-Helix (Perguruan tinggi, Pemda/pemkab, Swasta dan Petani/Peternak) dan pengembangan SPR IPB University.

“Diharapkan melalui model platform Hiper-Madani, inovasi produk IPB University seperti Katulac® dan inovasi PT GGL dan IPB University berupa Fedtugrow® menjadi kebutuhan bagi peternak dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha mereka,” sebut Prof Agik yang juga Ketua Tim Pengusul Program Matching Fund (MF) Kedai Reka.

Dosen IPB University dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) itu mengaku, dengan bertambahnya SPR 1111-IPB diharapkan kiprah IPB University dalam membangun dunia peternakan di Indonesia semakin nyata.

Pada kesempatan itu, Bupati Lampung Tengah menyampaikan penghargaan dan simpatinya kepada IPB University yang telah menginisiasi pembentukan SPR di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah melalui Program MF-Kedai Reka tahun 2022.

“Kami mengharap IPB University terus mengawal pendirian SPR di berbagai kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2023 dan seterusnya agar pembangunan bidang peternakan lebih maju lagi,” ungkapnya.

Pada acara deklarasi ini turut dihadiri Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) LPPM IPB University sekaligus penggagas SPR, Prof Muladno, Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan, Ir Khresna Rajasa, MM, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kab Lampung Tengah dan sekitar 125 peternak.

“Semangat SPR adalah belajar. IPB University dalam hal ini memiliki ilmu dan pengetahuan. Sedangkan para peternak memiliki keahlian praktik. Oleh karena itu, semangatnya harus gotong royong dalam meningkatkan ilmu para peternak dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, komitmen yang tinggi bagi pemkab sebagai orang tua sangat diharapkan dalam proses belajar di SPR IPB University,” sebut Prof Muladno. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved