IPB University

Tingkatkan Produksi Susu Sapi, IPB University Gelar Pelatihan Kewirausahaan Pakan Ternak

Fakultas Peternakan IPB University ingin mengajak seluruh komponen di bidang sapi perah untuk meningkatkan produksi susu nasional.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University bekerja sama dengan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk gelar pelatihan Program Retooling Feed Professional Entrepreneur 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University bekerja sama dengan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk gelar pelatihan Program Retooling Feed Professional Entrepreneur, beberapa waktu lalu.

Pelatihan ini diikuti 20 peserta dari beberapa perguruan tinggi yang telah diseleksi oleh pelaksana kegiatan retooling.

Mereka adalah lulusan Fakultas Peternakan IPB University, Universitas Andalas, Universitas Mataram, UIN Sultan Syarif Kasim, Universitas Jember dan satu peserta pendamping dari PT Ultrajaya.

Dekan Fapet IPB University, Dr Idat Galih Permana mengatakan, saat ini produksi sapi perah atau susu kita masih sekitar 20 persen dari total kebutuhan nasional.

"Ini merupakan tantangan yang cukup besar. Kita selaku orang yang terlibat di dalamnya merasa bahwa sapi perah ini penting, terutama bagaimana kita mencukupi kebutuhan susu nasional karena saat ini konsumsi susu kita jauh lebih rendah dibanding dengan negara-negara ASEAN.”

Untuk itu, ia ingin mengajak seluruh komponen di bidang sapi perah untuk meningkatkan produksi susu nasional.

Dari sisi pakan, peternak rakyat masih mengandalkan pakan seadanya. Sebagian besar peternak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mencari pakan hijauan.

“Kalau para peternak ini sudah bisa memanfaatkan hijauan yang baik, berkualitas, komposisi nutrient-nya cukup, produktivitas dan kesejahteraan peternak akan semakin meningkat. Dengan adanya pelatihan Feed Profesional Entrepreneur ini mudah-mudahan bisa tumbuh pengusaha-pengusaha pakan, khususnya pakan komplit,” harapnya.

General Manager Public Relations PT Ultrajaya, Muh Muhthasawwar yang hadir pada acara, ikut memberikan sambutan.

Menurutnya, PT Ultrajaya di Indonesia memiliki dua peternakan yang besar. Boleh dikatakan ( PT Ultrajaya) terbesar di Indonesia yang dikelola secara modern.

Sampai saat ini, PT Ultrajaya masih melihat bahwa ada tantangan yang sangat besar terutama dalam hal aspek pakan.

Pertama, sumbernya belum bisa 100 persen lokal, sebagian masih impor dan membebani biaya operasional.

"Selain bahan bakunya, kita harapkan semuanya juga bisa lokal juga pasokannya bisa berkelanjutan, karena sapi perah pasti harus diberi pakan,” ujarnya.

Kedua, imbuhnya, dari aspek kualitasnya juga menjadi tantangan, bukan hanya tersedia tapi juga harus produktif, meningkatkan kualitas hidup sapi dan kualitas dan jumlah susu sapinya.

Ia berharap dengan terciptanya para pengusaha pakan ternak, bisa membantu para peternak lokal sehingga pakannya lebih efisien dan produksi lebih banyak.

Sementara itu, Prof Panca Dewi Manuhara Karti mewakili koordinator kegiatan retooling ini mengatakan bahwa tujuan FPE adalah menghasilkan pengusaha-pengusaha di bidang hijauan pakan yang menyebar di kantung-kantung peternakan ruminansia. Khususnya di kawasan usaha sapi perah.

“Diharapkan, selain membuka lapangan kerja bagi kaum muda sarjana peternakan juga terbentuknya klaster industri baru hijauan pakan dengan sistem penyediaan pakan yang lebih terjamin dan berkelanjutan,” jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved