IPB University

Dosen IPB University Jadi Delegasi Pertemuan Internasional, Bahas Biofouling

Pertemuan ini membahas beberapa hal seperti laporan setiap negara terkait dengan pengelolaan biofouling.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Dosen IPB University berkesempatan menjadi delegasi Indonesia dalam 2nd Regional Taskforce Meeting on Biofouling Laut Timur Asia. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dosen IPB University berkesempatan menjadi delegasi Indonesia dalam 2nd Regional Taskforce Meeting on Biofouling Laut Timur Asia, 23-25/11.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) bekerjasama dengan International Maritime Organization (IMO) di New Coast Hotel Manila, Filipina.

Meeting ini diikuti sebanyak 11 delegasi dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Laos PDR, Brunei Darussalam, Cambodia, Timor Leste dan Korea Selatan.

Pertemuan ini membahas beberapa hal seperti laporan setiap negara terkait dengan pengelolaan biofouling, draft regional strategi pengelolaan biofouling dan fieldtrip pada hari ketiga.

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas laporan tiap negara terkait perkembangan manajemen biofouling di masing masing negara peserta. Pertemuan ini juga membahas draft “Regional Strategy on Biofouling Management in the East Asian Seas (EAS) Region” yang telah disusun oleh PEMSEA.

Kegiatan dibuka oleh Elmer F Sarmiento (Undersecretary Kementerian Transportasi Filipina) sebagai pimpinan dari Filipina.

Dalam sambutannya, Sarmiento menjelaskan tentang pentingnya pengelolaan biofouling di negara negara ASEAN dan perlunya dokumen regional strategi pengelolaan biofouling agar dapat digunakan sebagai acuan dalam penyusunan strategi nasional dan rencana aksinya.

Delegasi dari Indonesia dipimpin oleh Ahmad Wahid (Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut). Anggota delegasi yang terlibat yaitu Stephanus Risdiyanto (Kasubdit Pencegahan Pencemaran Laut), Mochammad Riyanto (IPB University), I Ketut Aria Pria Utama (ITS Surabaya), Aditya Trisandhya Pramana (Biro Klasifikasi Indonesia) dan lima orang staf dari Direktorat Perhubungan Laut.

Dalam laporannya, Ahmad Wahid memaparkan kegiatan yang telah dilakukan oleh Indonesia dalam rangka program glofouling di Indonesia dari tahun 2019 sampai dengan 2022.

Kegiatan yang telah dilakukan antara lain Pembuatan website InaBiofuling, National Status Assessment of Biofouling dan Rapid Economic Assessment of Biofouling.

Delegasi Indonesia juga memberikan komentar terhadap Regional Strategi yang telah disusun.

Dalam kesempatan yang sama, Mochammad Riyanto, sebagai konsultan, dalam diskusinya menjelaskan tentang kemajuan studi National Rapid Assessment Biofoling di Indonesia.

Ia menyebut, studi tersebut dalam tahun ini akan selesai dan dapat digunakan untuk penyusunan strategi dan aksi nasional terkait biofouling.

Pada akhir penutupan disimpulkan bahwa laporan tiap negara telah diterima dan regional strategy akan sempurnakan untuk dibawa dalam meeting dengan IMO tahun 2023.

Indonesia ditunjuk sebagai chair dan penyelenggara 3rd Regional Taskforce Meeting on Biofouling Management pada tahun 2023.

“Semoga dengan adanya kegiatan pengelolaan biofouling ini dapat mengurangi dampak biofouling di level regional maupun nasional,” ungkap Riyanto.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved