Jelang Nataru, 30 Wanita PSK Terjaring Satpol PP Kabupaten Bogor, Gaet Hidung Belang Via MiChat

Salah satu lokasi terakhir kemarin yang disasar Satpol PP adalah di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor yang mana Satpol PP saat itu berhasil menjaring

Ist
Sebanyak sekitar 30 wanita pekerja seks komersial terjaring operasi Satpol PP Kabupaten Bogor jelang Natal 2022 dan tahun Baru 2023. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sebanyak sekitar 30 wanita pekerja seks komersial terjaring operasi Satpol PP Kabupaten Bogor jelang Natal 2022 dan tahun Baru 2023.

Mereka terjaring petugas di beberapa lokasi berbeda selama November 2022. 

"Di bulan November kemarin penanganan PSK kurang lebih kalau jumlah ada 20 sampai 30 PSK," kata Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid saat ditemui di Mako Polres Bogor, Jumat (2/12/2022).

Salah satu lokasi terakhir kemarin yang disasar Satpol PP adalah di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor yang mana Satpol PP saat itu berhasil menjaring sebanyak 15 orang PSK.

Mereka digiring ke Mako Satpol PP Kabupaten Bogor untuk diperiksa dan kemudian didata.

Baca juga: Tawarkan Gaji Puluhan Juta di Medsos, 19 Perempuan Terjebak Dipaksa Jadi PSK

"Di Kecamatan Cibinong kita dapat kurang lebih ada 15 PSK. Setelah kita selidiki ternyata mereka positif PSK," kata Cecep Imam Nagarasid.

Cecep menjelaskan, para perempuan ini nekat menjadi pekerja seks komersial dilatarbelakangi motif ekonomi.

Sebagian dari mereka menjajakan pelayanannya secara online via aplikasi MiChat.

Mereka, kata Cecep, mematok tarif antara sekitar Rp 150 Ribu sampai Rp 500 Ribu untuk sekali 'main.'

"Kebanyakan ya karena masalah ekonomi. Modusnya ada yang (via) MiChat, ada juga yang langsung gitu ya di tempat-tempat tertentu menyiapkan kamar, itu ada setelah kita selidiki," ungkap Cecep Imam Nagarasid.

Untuk penindakannya, kata Cecep, sementara untuk para PSK yang diamankan kemarin dipanggil orang tua mereka lalu membuat berita acara, kemudian mereka dipulangkan ke keluarganya.

Hal tersebut dilakukan hanya untuk sementara karena di saat yang bersamaan, penanganan lanjutan bagi para PSK ini di Dinas Sosial sementara masih belum bisa dilakukan karena terkendala kuota.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved