Bahas HIV/AIDS, Bima Arya Singgung Aplikasi MiChat Penyebab Pergaulan Bebas, Ini Katanya

Pemkot Bogor harus konsisten untuk mengawasi Aplikasi itu yang juga menjadi aplikasi rawan ditengah penyebaran HIV/AIDS di Kota Bogor. penggunaan

TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Wali Kota Bogor Bima Arya saat diskusi dalam rangka Pekan HAM di Kota Bogor yang juga membahas disabilitas dan Orang Dalam HIV/AIDS, Senin (5/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Wali Kota Bogor Bima Arya cermati pergaulan bebas via aplikasi MiChat di Kota Bogor.

Hal itu, dikatakan olehnya saat diskusi rangkaian Pekan HAM Kota Bogor di Koffie By Sarah- Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Senin (5/12/2022).

Menurutnya, Pemkot Bogor harus konsisten untuk mengawasi Aplikasi itu yang juga menjadi aplikasi rawan ditengah penyebaran HIV/AIDS di Kota Bogor.

"Pergaulan bebas kita cermati. Tadi disinggung soal prostitusi online MiChat. Itu indikasi kita harus konsisten disitu," kata Bima Arya saat dijumpai TribunnewsBogor.com.

Menurut Bima Arya, penggunaan aplikasi yang menjadi sebab pergaulan bebas seharusnya bisa diawasi.

Baca juga: Raih Prestasi Hingga Harumkan Nama Wilayah, Ini 11 Kinerja Dispora Kabupaten Bogor 7 Bulan Terakhir

"Aplikasi itu bisa hidup ketika tidak diawasi. Kalau semua terawasi ruang geraknya juga pasti teratasi," ungkapnya.

Bima Arya membeberkan, selain aplikasi MiChat, penyebab dari HIV/AIDS ini harus terus dicermati.

Ada beberapa catatan yang harus diperhatikan perihal HIV/AIDS di Kota Bogor ini.

"HIV itu kan harus kita cermati penyebabnya. Ada yang tersebar, dan tertular karena jarum suntik. Ada juga terkena perilaku keluarganya atau pasangannya. Tapi, yang pasti kita lakukan betul betul memfokuskan upaya edukasi kepada warga," jelasnya.

Sementara itu, Konselor HIV/AIDS di Kecamatan Bogor Timur dr Iska Beritania Sinulingga mengatakan, tahun 2022 terjadi kenaikan angka kasus HIV/AIDS sebesar 50 persen dari tahun 2021.

"Di Kota Bogor memang jumlahnya meningkatnya secara signifikan gabisa bandibgin. 2020-2021 tidak ada keliatan karena pandemi. Kalau persentasenya hampir 50 persen," kata Iska saat dijumpai TribunnewsBogor.com.

Persentase yang naik 50 persen pada tahun 2022 ini, membuat angka kasus HIV/AIDS di Kota Bogor mencapai 1.600 kasus.

Baca juga: Perbandingan UMK Bogor 2022 dengan 27 Daerah di Jawa Barat, Lebih Rendah dari Depok dan Bekasi

Sekaligus juga, kata Iska, membuat Kota Bogor kelima tertinggi angka kasus HIV/AIDS di Jawa Barat.

"Secara ini saya belum detail. Intinya jumlah 1.600 yang Orang Dalam HIV/AIDS (ODHA)," ungkapnya.

Dari 1.600 kasus itu, kata Iska, rata-rata dihasilkan dari perilaku seks menyimpang.

"Saya lihat pasien baru dari hubungan seksual. Baik dia penyimpangan seksual baik dia kerja seksual," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved