IPB University

Kedutaan Besar Republik Namibia Kunjungi IPB University, Bahas Kerjasama dengan University Namibia

Prof Drajat memperkenalkan program Merdeka Belajar- Kampus Merdeka (MBKM) Sociopreneur yaitu One Village One CEO (OVOC) kepada University of Namibia.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
IPB University menerima kunjungan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Republik Namibia merangkap Republik Angola 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - IPB University menerima kunjungan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Republik Namibia merangkap Republik Angola bertempat di Ruang Tamu Rektor Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Dalam kunjungannya, Duta Besar Wisnu Edi Pratignyo berdiskusi dengan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Drajat Martianto terkait implementasi kerjasama antara IPB University dan University of Namibia ( UNAM).

Sebelumnya, kedua belah pihak telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam bidang pendidikan pada Mei 2022.

Wisnu menjelaskan, bidang keilmuan seperti teknologi pangan, bioteknologi dan agronomi sangat dibutuhkan dalam memajukan pertanian di Namibia.

“Jumlah sarjana di sana banyak namun tidak disertai dengan kompetensi dan praktik yang memadai. Oleh karena itu, dibutuhkan peran ahli di bidang-bidang tersebut dalam menyalurkan pengetahuan dan praktik pertanian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukannya, Wisnu menemukan pentingnya pelatihan pertanian kepada masyarakat khususnya mahasiswa.

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan dapat melahirkan sumberdaya manusia yang kompeten, baik secara ilmu maupun praktik di lapangan.  

“Pelaksanaan program capacity building seperti pembuatan pakan ternak dan pupuk sangat dibutuhkan di sana. Selain itu, vaksin hewan menjadi kebutuhan penting dalam industri peternakan,” ujar Wisnu.

Terkait hal tersebut, Prof Drajat menerangkan IPB University banyak menerima mahasiswa dari beberapa negara di Afrika melalui program Kemitraan Negara Berkembang (KNB).

Menurutnya, kerjasama dalam bentuk pelatihan non-gelar yang diadakan oleh Sekolah Vokasi IPB University dapat menjadi opsi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mahasiswa UNAM.

Pendidikan vokasi lebih cocok, mengingat kebutuhannya yaitu sumberdaya yang kompeten dan andal secara praktik di bidang pertanian.

IPB University dapat memberikan kesempatan magang dan pelatihan bagi mahasiswa UNAM dan masyarakat Namibia.

"Hal ini dapat berupa pengiriman tenaga atau ahli dari IPB University ke sana. Bisa juga mahasiswa Namibia yang mengikuti pelatihan di kampus IPB University," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Drajat juga memperkenalkan program Merdeka Belajar- Kampus Merdeka (MBKM) Sociopreneur yaitu One Village One CEO (OVOC). Program ini telah sukses menjamah 300 desa di penjuru Indonesia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved