Gregoria Janji Berjuang Hingga Pertandingan Terakhir di BWF World Tour Finnals 2022  

Satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung masuk dalam grup A pada ajang BWF World Tour Finals 2022.

Editor: Damanhuri
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ekspresi atlet bulutangkis Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung saat mengalahkan atlet bulutangkis Jepang, Akane Yamaguchi pada semifinal beregu putri Asian Games 18 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/8/2018). Bulutangkis beregu putri Indonesia gagal melaju ke final setelah dikalahkan Jepang dengan skor 3-1. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung masuk dalam grup A pada ajang BWF World Tour Finals 2022.

Gregoria menghuni grup A yang bisa dikatakan merupakan grup yang berat. Gregoria terhgabung dengan unggulan pertama Chen Yu Fei (China), An Se Young (Korea) dan Akane Yamaguchi (Jepang).

Sementara di grup B diisi oleh Tai Tzu Ying (Chinese Taipei), He Bing Jiao (China), Ratchanok Intanon (Thailand) dan Busanan Ongbamrungphan (Thailand).

Kendati demikian, Gregoria tidak mau kalah sebelum bertanding. Ia berjanji akan berjuang dari awal hingga akhir.

"Di tahun ini saya sudah pernah bertemu dengan mereka semua dan semuanya sulit, begitu juga dengan pertandingan nanti. Jadi saya mau fokus ke tiga pertandingan di grup dan coba untuk fight dari pertandingan awal," kata Gregoria.

"Seandainya hasilnya tidak sesuai dengan keinginan, saya mau berjuang hingga pertandingan terakhir. Fase grup kan tidak sekali kalah langsung gugur," janjinya.

Gregoria mengaku sudah mengantongi peta kekuatan lawan-lawannya, namun ia mengatakan tetap akan ada penyesuaian pola permainan yang berbeda dengan sebelumnya, mengingat kondisi lapangan yang berangin.

"Kondisi lapangan di sini agak berangin, berbeda dengan saat pertemuan terakhir saya dengan mereka di turnamen sebelumnya jadi pasti ada perubahan permainan walau mungkin tidak banyak," ucap Gregoria.

"Saat pertandingan saya akan coba menyeimbangkan dulu pola permainan mereka," sambungnya.

Sementara sang pelatih Herli Djaenudin berharap grafik penampilan menanjak Gregoria sejauh ini kembali berlanjut di BWF World Tour Finals 2022.

"Bagi saya tidak masalah, Grego mau bertemu siapapun karena terus terang bebannya ada di mereka, bukan di Grego. Grego datang dengan nothing to lose, harusnya ini menjadi keuntungan dia untuk bisa bermain lepas, habis-habisan dan tidak menutup kemungkinan mampu membuat kejutan," ujar Herli.

"Saya berharap grafik penampilan dia yang sedang meningkat bisa dijaga di turnamen penutup ini," lanjutnyaa.

Herli menuturkan bahwa apa yang pebulutangkis berusia 23 tahun itu dapatkan di akhir tahun ini karena mental dan kepercayaan dirinya sudah kembali. Faktor komunikasi mengambil peranan penting dalam hal ini.

"Terutama komunikasi saya dengan Grego juga dengan Kak Rionny (Mainaky), bagaimana kami terus memotivasi dia, mengingatkan dia bahwa apa yang dia dapat di akhir tahun ini karena mentalitas dia yang semakin percaya diri dan latihan yang tambah semangat," tegas Herli.

(Alfarizy/m39)
 
 
 
 
 

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved