Hoaks Bencana Akibat Tak Terapkan Khilafah, ADDI Beberkan Hal Ini

Ketua Umum Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDI) Moch Syarif Hidayatullah mengatakan keputusan apakah musibah atau azab berhubungan dengan persepsi.

Editor: Yudistira Wanne
Istimewa
Ketua Umum Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDI) Moch Syarif Hidayatullah saat berbicara kepada media. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM – Ketua Umum Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDI) Moch Syarif Hidayatullah mengatakan keputusan apakah musibah atau azab berhubungan dengan persepsi dan perspektif.

Artinya, hal itu belum final karena kondisi sekarang dengan zaman para nabi dahulu berbeda.

Zaman para nabi dahulu mendapat jawaban langsung dari Allah SWT apakah adalah musibah atau azab.

“Dalam konteks itu perlu dipahami kalau bencana alam dalam kitab suci, termasuk Alquran, dijelaskan sebagai azab, itu sesuatu pelanggaran yang konkrit yang dijelaskan oleh Allah melalui para nabi, bahwa itu melanggar hukum Allah," ucapnya, Selasa (6/12/2022).

"Tapi itu ada para nabi yang memang mendapat wahyu yang menjelaskan terkait dengan masalah itu. Sementara sekarang tidak ada nabi, maka yang disampaikan kelompok yang mempolitisasi dengan menyebut bencana karena tidak menerapkan khilafah, itu asumsi dan bisa pada tahap tertentu ya cocokologi yang tidak berdasar,” tambahnya.

Menurutnya, kalau persepsi seperti itu sama saja dengan ngawur.

Apalagi negara Islam di seluruh dunia tidak ada yang menggunakan sistem khilafah.

Buktinya lagi, negara-negara yang diidentifikasi sebagai negara kafir dan menggunakan sistem kafir oleh kelompok radikal, malah tidak terjadi bencana alam.

“Apakah betul di zaman khilafah tidak ada musibah? Itu juga ngawur juga, kalau kemudian menganggap di zaman khlafah tidak ada musibah atau bencana. Bahkan zaman Nabi saja ada bencana, banjir, wabah, dan sebagainya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved