Pelaku Penyalur TKI Ilegal di Parungpanjang Bogor Bertambah Jadi Dua Orang, Terancam 15 Tahun Bui

Tersangka kasus penyaluran Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal di Parungpanjang, Kabupaten Bogor kini bertambah satu orang.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Dua tersangka kasus penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di wilayah Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor berhasil diringkus Polres Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Tersangka kasus penyaluran Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) secara ilegal di Parungpanjang, Kabupaten Bogor kini bertambah satu orang.

"Dari hasil pemeriksaan berkembang pada satu tersangka lainnya sehingga saat ini kami telah melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka," kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan, Rabu (7/12/2022).

Kedua tersangka ini keduanya merupakan wanita berinisial L asal Bogor dan wanita inisial D asal Bandung.

AKBP Iman Imanuddin mengatakan, kedua tersangka ini diduga telah melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sebagai mana diatur UU RI nomor 21 tahun 2007.

Serta dugaan pelanggaran perlindungan pekerja migran indonesia sebagai mana diatur dalam UU nomor 18 tahun 2017.

"Saat ini keduanya sudah kami lakukan penahanan dan terhadap keduanya diancam dengan pidana penjara paling minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara dengan denda paling sedikit Rp 120 Juta dan paling banyak atau maksimum Rp 600 Juta," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, penyalur Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) ilegal di wilayah Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor berhasil diungkap Polres Bogor.

Dalam praktik dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) modus Tenaga Kerja Wanita (TKW) ilegal ini, Polisi awalnya berhasil meringkus satu orang pelaku berinisial L.

Termasuk pula mengamankan sebanyak empat orang wanita yang menjadi korban setelah terkena jeratan ajakan pelaku via media sosial.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohannes Redhoi Sigiro menjelaskan bahwa kasus ini terungkap setelah salah satu korban menelepon ke nomor layanan 110 karena merasa ketakutan.

"Dari laporan tersebut, Polisi langsung mengamankan keempat korban beserta terlapor L," kata AKP Yohannes Redhoi Sigiro kepada wartawan, Selasa (6/12/2022).

Selain menampung para korban di sebuah rumah di Parungpanjang, Tersangka L ini juga sempat membawa kabur para korban ke wilayah Cigudeg demi menghindari pengecekan dari Dinas Tenaga Kerja.

Dalam pengungkapan ini, Polisi menyita barang bukti berupa 2 passport korban, 1 lembar print out kode booking penerbangan, satu bundel surat pribadi korban dan yang lainnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved