Polisi Tembak Polisi

4 Beda Kesaksian Ferdy Sambo dan Bharada E saat Sidang, Perintah 'Hajar' & 'Tembak' Jadi Perdebatan

Menurut Bharada E, Sambo menyampaikan kesaksian yang tidak benar perihal perintah penembakan Brigadir J hingga perintah membunuh.

Editor: khairunnisa
Kolase
Dua terdakwa pembunuhan Brigadir J, Bharada E dan Ferdy Sambo punya empat perbedaan saat memberikan kesaksian di depan majelis hakim persidangan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sederet perbedaan kesaksian antara dua terdakwa pembunuhan Brigadir J disorot tajam

Untuk diketahui, terdakwa pembunuhan berencana, Ferdy Sambo, memberikan keterangan soal kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (7/12/2022).

Namun, sejumlah pengakuan Sambo dibantah oleh Richard Eliezer atau Bharada E, terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua lainnya.

Menurut Bharada E, Sambo menyampaikan kesaksian yang tidak benar perihal perintah penembakan Brigadir J, amunisi senjata, hingga keterlibatannya dalam menembak Yosua.

Berikut sejumlah pengakuan Ferdy Sambo yang berbeda dengan keterangan Richard Eliezer.

1. Amunisi

Di hadapan majelis hakim, Ferdy Sambo mengakui bahwa dirinya sempat memanggil Richard Eliezer ke ruang kerja rumah pribadinya di Jalan Saguling, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).

Saat itu, Sambo meminta kesediaan Richard untuk menembak Yosua.

Namun, pada saat yang sama Sambo bilang dirinya tak pernah memberikan amunisi senjata untuk Richard.

"Apakah saudara sempat membahas tentang amunisi kepada Richard? Karena ada keterangan kesaksian, saudara memberikan amunisi, menambahkan amunisi kepada Richard," tanya hakim.

"Tidak ada, Yang Mulia," jawab Sambo yang saat itu hadir sebagai saksi untuk terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf dalam sidang.

Keterangan ini berbeda dengan yang disampaikan Richard.

Menurut Richard, saat Sambo memanggilnya di rumah Saguling, atasannya itu memberikannya sekotak amunisi.

"Karena pada saat itu beliau memberikan kepada saya satu kotak amunisi dan menyuruh saya untuk menambahkan amunisinya, Yang Mulia," kata Richard.

Baca juga: Ferdy Sambo Keceplosan, Bripka RR dan Kuat Maruf Terancam Hukuman Tambahan

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Polisi Tembak Polisi
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved