Puncak Pekan HAM, Wali Kota Bima Arya Sebut Oknum Pribadi Membuat Kusut HAM di Kota Bogor

Kusutnya HAM di Kota Bogor karena ada oknum pribadi yang mengintervensi atas nama kepentingan pribadi.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Wali Kota Bogor Bima Arya saat membuka acara Puncak Pekan HAM 'Kearifan Lokal dalam Pemajuan HAM di BCC, Sabtu (10/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya membeberkan beberapa permasalahan Hak Asasi Manusia(HAM) di Kota Bogor.

Hal itu dikatakan langsung olehnya saat acara Puncak HAM di Bogor Creative Centre (BCC), Sabtu (10/12/2022).

Menurutnya, kusutnya HAM di Kota Bogor karena ada oknum pribadi yang mengintervensi atas nama kepentingan pribadi.

"Yang membuat kusut persoalan HAM di Kota Bogor dan Indonesia adalah bukan soal pergulatan perdebatan pemikiran. Bukan hanya itu. Tetapi juga interfensi politik kepentingan politik partai dan ssbagainya yanh kemudian membuat semakin kusut," kata Bima Arya di acara Puncak peringatan Pekan HAM di Kota Bogor.

Praktik HAM yang baik itu bisa ternodai kalau ada yang punya kepentingan ekonomi yang disatukan oleh agenda-agenda politik disitu.

Mulai dari agenda Pilgub, Pilpres, dan Pilkada yang dimanfaatkan dengan dalih HAM bisa ternodai jiks intervensi kepentingan pribadi tersebut masuk.

"Awalnya dalihnya HAM kepentingan kelompok. Tapi, akhirnya membuat kusut," tambahnya.

Bima Arya membeberkan, Pemerintah Kota Bogor terus konsinsten untuk memangkas permasalan pelanggaran HAM.

Terbukti, beberapa permasalahan HAM di Kota Bogor diklaim sampai tahun 2022 sudah selesai diatasi.

"Di Kota Bogor PR kita banyak. Kita cicil satu persatu, alhamdulillah bisa selesai. Isu gereja yasmin yg mendunia bisa kita selesaikan. Tapi masih ada persoalan lain, persoalan rumah ibadah harus dituntaskan," jelasnya.

"Jadi penegakan HAM itu perlu konsistensi sesuai kesepakatan dan kedua butuh kekuatan bersama untik menghadapi kepentingan tadi," imbuhnya.

Meski begitu, Bima Arya menyebut, bahwa agenda soal HAM merupakan agenda yang harus terus dituntaskan.

Sebab menurutnya, HAM merupakan HAM agenda yang tidak tuntas dalam waktu dekat.

"Nah disinilah saya kira ada agenda besar kedepannya. Pertama kalau kita bicara tentang ham, karena hari ini hari ham. Bicara HAM maka penting untk menuntaskan agebda agenda yg belum tuntas," ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen HAM Kemenkum Ham Mualimin Abdi mengapresiasi acara Pekan HAM yang dilaksanakan di Kota Bogor.

Menurutnya, hal ini adalah sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk menjungjung HAM.

"Dalam keadaan sehat, yang lain, pekan HAM yang diadakan di Bogor ini, saya kira ini adalah bentuk tanggung jawab negara, tanggung jawab pemerintah," kata Mualimin.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved