Info Otomotif

Beli Mobil Listrik Bakal Dapat Subsidi Hingga Rp 80 Juta, Ini Penjelasan Menteri Agus Gumiwang

Pemerintah terus mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia sekaligus menurunkan emisi karbon.

Editor: Damanhuri
Lita Febriani/Tribunnews.com
Citroen Indonesia memamerkan mobil listrik mini My Ami Buggy di PIK, Jakarta Utara, Kamis (17/11/2022). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pemerintah terus mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia sekaligus menurunkan emisi karbon.

Satu diantaranya melalui kebijakan insentif pembelian kendaraan ramah lingkungan berjenis hybrid, plug-in hybrid dan battery electric vehicle (BEV).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan aturan itu sedang dalam tahap finalisasi dan menghitung, untuk memberikan insentif terhadap pembelian mobil dan motor listrik.

"Insentif akan diberikan kepada pembeli yang membeli mobil atau motor listrik yang mempunyai pabrik di Indonesia," tutur Agus dalam keterangan pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (14/12/2022).

Agus menekankan bahwa pemberian insentif hanya akan berlaku untuk  mobil listrik maupun motor listrik yang diproduksi di dalam negeri.

Diprediksi jumlah subsidi yang akan diberikan mulai dari Rp 5 juta untuk sepeda motor listrik dan mulai dari Rp 40 juta untuk mobil elektrifikasi.

"Ini akan kami hitung, tapi kira-kira untuk pembelian mobil listrik akan diberikan insentif sebesar Rp 80 juta. Untuk pembelian mobil listrik berbasis hybrid akan diberikan insentif sebesar Rp 40 juta," ujarnya.

"Juga untuk motor listrik yang baru tentu akan diberikan insentif nanti sekitar Rp 8 juta, sementara motor konversi menjadi motor listrik itu akan diberikan insentif sekitar Rp 5 juta," kata Agus.

Pemberian insentif menurut Agus dilakukan setelah melakukan berbagai study dari berbagai negara yang telah lebih dulu mendorong penggunaan kendaraan listrik.

"Kalau kita lihat Cina juga memberikan insentif dan negara yang sebetulnya menjadi kompetitor kita Thailand juga memberikan insentif. Insentif ini tentu masing-masing negara mempunyai kebijakan berbeda, tapi intinya memberikan insentif. Dalam konteks ini Indonesia ingin mendorong penggunaan mobil atau motor listrik bisa berjalan cepat," jelasnya.

(Tribunnews.com, Lita Febriani)

 

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved