IPB University

LKST IPB University Gelar Business Matching dan Pameran Produk Bagi 100 UMKM Kota Cilegon

Sebanyak 100 tenant UMKM yang hadir dalam Business Matching juga melakukan Expo Produk di selasar Ballroom The Royale Krakatau Hotel.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
IPB University melalui LKST bekerja sama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop) Kota Cilegon selenggarakan Business Matching & Expo Produk Tenant 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - IPB University melalui Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) bekerja sama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop) Kota Cilegon selenggarakan Business Matching & Expo Produk Tenant di The Royale Krakatau Hotel, Cilegon.

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM) Kota Cilegon ini diikuti oleh 100 UMKM Kota Cilegon.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan para tenant ( UMKM) dengan calon mitra, melalui kegiatan ini diharapkan terjadi kesepakatan untuk bekerja sama yang saling menguntungkan terkait pengembangan usaha, baik dalam hal produksi, promosi, pemasaran maupun permodalan.

“LKST telah melakukan pendampingan secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, izin edar, dan promosi terhadap 100 tenant UMKM Kota Cilegon. Diharapkan dengan kerjasama yang akan terjalin dengan mitra dalam kegiatan Business Matching ini, usaha UMKM dapat terus berkembang dan hidup,” ucap Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Bisnis/Kepala Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi IPB University, Prof Erika Budiarti Laconi.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para calon mitra, serta semangat dan perjuangan dari UMKM Kota Cilegon.  

"Prinsip kemitraan bisnis diantaranya saling membutuhkan, saling menguatkan, serta saling menguntungkan. Harapannya semoga terjalin kerjasama startup dengan mitra baik dalam pemasaran maupun pembiayaan sehingga startup bisa tumbuh dan berkembang,” lanjutnya.

Sekretaris Diskop UMK Kota Cilegon, Dra Zakiah MM, menyatakan bahwa UMKM merupakan tingkat perekonomian nasional dimana Dinas Koperasi Daerah diwajibkan untuk melakukan program inkubasi UMKM.

Program inkubasi UMKM dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan mengembangkan usahanya agar menjadi tangguh.

“Kegiatan Business Matching ini merupakan proses peminangan antara dua pihak pelaku bisnis untuk mencari mitra bisnis, memperlancar perdagangan dan memfasilitasi permodalan sehingga dapat mencapai mancanegara,” ujarnya.

Sebanyak 100 tenant UMKM yang hadir dalam Business Matching juga melakukan Expo Produk di selasar Ballroom The Royale Krakatau Hotel dan sebanyak perwakilan 20 tenant melakukan paparan Pitch Deck.

Dr Rokhani Hasbullah, Wakil Kepala Bidang Inkubator Bisnis dan Kemitraan Industri LKST IPB University dalam laporannya menyampaikan, kegiatan program inkubasi yang dilakukan mulai dari Training Teknis Produksi dan Manajemen Usaha, Pendampingan usaha secara offline maupun online, benchmark ke LKST IPB University, fasilitasi label kemasan produk, business matching dan ekspo produk, serta monitoring dan evaluasi.

Selain itu, pada kegiatan ini juga diumumkan 10 UMKM Program Inkubasi terbaik berdasarkan inovasi dan kualitas produk, kinerja usaha, dan social impact. UMKM terbaik tersebut adalah Evi Rosita – Dimajopa, Rismayanti Rivai - Batik Narima, Djumiati Solechah – Gipang Singkong IKA KE, Rengga Oktaria - Dapoer Fathaya: frozen food, Yuliani – Teh Celup Daun Kelor RIZIQ, Mashudi – Wuni Kaos, Dian Anggraini - Gegawean – Kacang Sembunyi, Nunung - Telur Asin Umie Fathi, Fitriani - Pentol Jempol (Barbazzo),  Ilham Firmansyah - Minuman Kurma. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved