Polisi Tembak Polisi

Sampaikan Nota Pembelaan, Ferdy Sambo Minta Maaf dan Sebut Istrinya Menanggung Penderitaan Ganda

Menurut Sambo, istrinya sudah menderita karena menjadi korban perkosaan Yosua.

Editor: Yudistira Wanne
Kolase Kompas TV
Terdakwa pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi memberikan keterangan yang berbeda dengan suaminya, Ferdy Sambo di persidangan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Terdakwa kasus pembunuhan terhadap Brigadir J, Ferdy Sambo memberikan pernyataan bernada pembelaan terhadap istrinya, Putri candrawathi.

Dalam pembacaan nota pembelaan, Ferdy Sambo mengatakan, jika istrinya menanggung penderitaan sebanyak dua kali.

Menurut Sambo, istrinya sudah menderita karena menjadi korban perkosaan Yosua.

Namun, kini, Putri Candrawathi justru menjadi terdakwa perkara dugaan pembunuhan berencana.

"Terhadap istri saya yang terkasih, Putri Candrawathi, yang untuk kedua kalinya harus menderita karena tanpa dasar dan bukti-bukti kesalahannya telah dijadikan terdakwa dalam persidangan ini setelah sebelumnya menjadi korban perkosaan yang merampas kehormatan dan martabatnya sebagai seorang perempuan, istri dan ibu dari anak-anak kami," kata Sambo.

Sambo mengatakan, dirinya tak bisa membayangkan betapa hancur dan sakitnya perasaan sang istri.

Oleh karenanya, mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri itu menyampaikan permohonan maaf ke istri sekaligus keempat anaknya.

Dia mengaku lalai menjalankan tugas sebagai seorang suami dan ayah karena kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J yang menjeratnya.

"Saya juga menyampaikan sujud dan permohonan maaf kepada istri saya yang terkasih, Putri Candrawathi, dan anak-anak kami," kata Sambo dengan suara bergetar seolah menahan tangis.

"Saya telah lalai menjalankan tugas sebagai seorang suami, sebagai seorang ayah yang baik. Semoga Tuhan mengampuni saya dan kiranya Ia selalu memberikan keteguhan dan kekuatan kepada kalian," tuturnya.

Baca juga: Jawab Tuntutan JPU, Ferdy Sambo Bakal Bacakan Nota Pembelaan Hari Ini, Sang Pengacara Beri Bocoran

Sambo mengaku dirinya bersalah dan menyesali peristiwa ini.
Mantan jenderal bintang dua Polri itu juga menyesalkan perkara ini karena turut menyeret orang-orang yang tidak bersalah.

"Penyesalan yang teramat dalam juga terhadap Kuat Maruf, dan Ricky Rizal sebagai orang-orang yang baik yang telah didudukan sebagai terdakwa tanpa tahu apa kesalahannya, juga terhadap Richard Elizer yang harus menghadapi situasi ini," ujar Sambo.

Sambo mengaku, saat itu amarah dan emosi telah menutup logika berpikirnya.

Ia lupa seorang petinggi Korps Bhayangkara tak pantas melakukan perbuatan tercela.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved