Idul Fitri 2023
Terkena Pendingan One Way di Jalur Puncak Hingga 9 Jam, Sejumlah Wisatawan Sempat Protes
Sejumlah wisatawan baik pria maupun wanita terhilat begitu berapi-api menyampaikan keluhannya kepada polisi
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Sejumlah wisatawan yang terkena pemendingan one way ke arah Jakarta melakukan protes kepada petugas kepolisian, Senin malam (24/4/2023).
Mereka yang melakukan protes adalah para wisatawan yang datang dari Jalan Raya Ciawi yang membuat kendaraan mereka tidak dapat bergerak selama berjam-jam.
Sejumlah wisatawan baik pria maupun wanita terhilat begitu berapi-api menyampaikan keluhannya kepada salah satu petugas kepolisian yang bertugas.
Mereka berdebat di titik pemendingan yang tak jauh dari Simpang Gadog pada pukul 23.30 WIB.
Adapun yang menjadikan para wisatawan itu melakukan protes ialah karena mereka sudah tidak sabar menunggu arus lalu lintas di normalkan, sehingga mereka bisa menuju Puncak.
Para wisatawan itu sudah tidak kuat menunggu one way arah Jakarta yang dimulai sejak pukul 14.40 WIB namun hingga pukul 23.30 WIB belum juga selesai.
Baca juga: Kondisi Terkini Jalur Puncak Bogor Senin Malam, Sudah 7 Jam Polisi Berlakukan One Way Arah Jakarta
Berbagai keluhan mereka sampaikan kepada petugas kepolisian yang bertugas, mulai dari susah booking penginapan, mengaku keluarga yang sakit di dalam mobil, mengaku berangkat dari pagi namun hingga tengah malam belum juga tiba di tujuan, dan masih banyak alasan lainnya.
Petugas kepolisian itu pun dengan sabar memberikan penjelasan terhadap para pengendara tersebut tentang situasi di jalur Puncak.
Secara perlahan-lahan petugas tetap meminta para wisatawan itu agar lebih bersabar karena pihak kepolisian tengah berusaha menguras kendaraan yang ada di jalur Puncak.
Kemudian pada pukul 00.10 WIB dini hari, setelah kurang lebih 9 jam lebih arus lalu lintas kembali di normalkan dua arah.
Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan, pada H+2 lebaran (24/4/2023) tersebut, volume kendaraan yang memasuki kawasan Puncak melebih daya tampung jalur Puncak itu sendiri.
Sehingga kepadatan pun tak bisa terhindarkan.
"Memang kapasitas jalur Puncak ini menampung 28.000 kendaraan, berdasarkan perhitungan kami 60.000 kendaraan lebih untuk roda empat dan 100.000 kendaraan lebih untuk roda dua sampe pukul 00.00 ini memasuki kawasan Puncak," ujarnya kepada wartawan, Selasa (25/4/2023) dini hari.
Dengan begitu, terpaksa pihaknya melakukan rekayasa arus lalu lintas dengan menerapkan one way agar jalur Puncak tetap bisa dilintasi oleh kendaraan, meskipun one way tersebut lebih lama dibandingkan sebelum-sebelumnya.
"Kami susah jelaskan kepada masyarakat yang sedang menunggu proses one way atau bahwa ini kami lakukan dalam rangka menguras arus demi memberikan kelancaran, membutuhkan waktu yang cukup lama karena memang jumlah arus yang luar biasa yang masuk ke jalur puncak ini," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Sejumlah-wisatawan-melakukan-protes-k.jpg)