Banyak ABG Hamil Duluan Hingga Dipaksa Nikah Muda di Kabupaten Bogor, Ini Kata Dinas Kesehatan

Ia menyebut terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kehamilan di usia muda itu terjadi, dan variable-variable pun sangatlah beragam.

|
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
shutterstock
ilustrasi hamil 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mendata terdapat ribuan ibu hamil yang masuk kategori hamil di usia terlalu muda di bumi tegar beriman dari mulai usia ABG hingga beranjak dewasa.

Kategori terlalu muda sendiri terhitung ketika seorang wanita mengandung janin saat masih berumur kurang dari 20 tahun dan masuk ke dalam kategori resiko 4 T (Terlalu muda, Terlalu tua, Terlalu Banyak, dan Terlalu Dekat).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kabupaten Bogor, dr Intan Widayati menerangkan, meskipun usia 18 atau 19 tahun masuk ke dalam usia dewasa, akan tetapi usia ideal untuk mengandung adalah ketika sudah menginjak 20 tahun.

"Kalau data hamil resiko terlalu muda, kami hanya mencatat yang terlalu muda itu di bawah 20 tahun ada sekitar 3.000 an," ujarya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (2/5/2023).

Ia menyebut terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kehamilan di usia muda itu terjadi, dan variable-variable pun sangatlah beragam.

"Mungkin ada juga yang kecelekaan, ada juga yang dipaksa, atau udah dikejar-kejar mertuanya biar cepet hamil, itu yang menjadi sasaran temen-temen bidan untuk mendampingi mereka jangan sampai lahir dengan gizi buruk, stunting," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, dari jumlah ibu hamil dengan resiko terlalu muda, sebagian besar tersebar di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat.

Hal itu terjadi bukan tanpa sebab, kata dia, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal itu terjadi.

Seperti halnya kurangnya wawasan dan edukasi yang sampai kepada masyarakat tentang tingginya resiko hamil terlalu muda.

"Karena masih banyak daerah-daerah yang sulit di jangkau fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikannya juga," terangnya.

Meski begitu Dinkes Kabupaten Bogor terus berupaya untuk memperluas pendampingannya untuk mengedukasi ibu hamil yang masuk kategori terlalu muda melalui berbagai macam program.

"Makanya kami, temen-temen di puskesmas, bidan, selalu mengedukasi ke masyarakat kalau memang kepepet harus nikah secara dini untuk menunda kehamilan sampe cukup usia untuk hamil," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved