Moh Solikin: Gerakan Gemar Bertani Bisa Tingkatkan Pemanfaatan Sektor LSD di Kabupaten Bogor

Moh Solikin, Caleg Partai Nasdem Dapil V Kabupaten Bogor menilai, pemerintah daerah dinilai harus melakukan terobosan seperti gerakan gemar bertani.

Editor: Reynaldi Andrian Pamungkas
Istimewa
Moh Solikin, Caleg Partai Nasdem Dapil V Kabupaten Bogor, menilai bahwa gerakan gemar bertani dapat meningkatkan pemanfaatan sektor LSD di wilayah Kabupaten Bogor 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sektor pertanian di Kabupaten Bogor memiliki lahan yang sangat luas, dari data terkahir tercatat hampir 35.000 ha.

Saat ini, telah terjadi pengurangan ahli fungsi lahan sebanyak 1000 ha setiap tahunnya, mulai dari ahli fungsi menjadi pemukiman, industri dan lainya.

Moh Solikin, Caleg Partai Nasdem Dapil V Kabupaten Bogor menilai, pemerintah daerah dinilai harus melakukan terobosan seperti gerakan gemar bertani.

"Gerakan gemar bertani ini apabila bisa dimasukan di kurikulum pendidikan bisa dimulai dari Paud dan seterusnya, diiniasi oleh seluruh pihak terutama Pemkab, agar masyarakat menyadari akan butuhnya pertanian lokal, terutama pemuda yang saat ini belum melihat pertanian sebagai salah satu mata pencaharian," kata Moh Solikin, Caleg Partai Nasdem Dapil V Kabupaten Bogor, Selasa (2/5/2023).

Lahan Sawah Dilindungi (LSD) ini dilindungi keputusan Menteri ATR/BPN pada tanggal 16 Desember 2021. No 1589/SK-HK.02.01/XII/2021 tentang Penetapan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) pada 8 provinsi yaitu Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Moh Solikin merasa program LSD di Kabupaten Bogor ini belum optimal dan tidak tepat sasaran.

"Dalam pemanfaatan LSD, saya rasa Pemkab Bogor belum tepat sasaran, terkadang kami dapatkan kondisi terbengkalain serta tidak digunakan, juga diketahui para pemilik tanah yang dimaksud dalam wilayah LSD juga tidak bermaksud untuk menggunakanya sebagai lahan pertanian," ujar Moh Solikin.

Menilik dari sisi SDM di Kabupaten Bogor, Moh Solikin menilai harus digencarkannya program pelatihan mengenai pengelolaan pertanian bersama seluruh pihak.

Kurikulum pertanian yang adaptif, aplikatif serta memiliki esensi membangun karakter kewirausahaan itu adalah poin yang penting untuk di aplikasikan kepada masyarakat," jelas Moh Solikin.

Baca juga: Deklarasi Pendukungan dan Resmikan Koperasi BPD Desa, Moh Solikin Makin Mantap Maju ke DPR RI

Diketahui, saat ini kegiatan-kegiatan pasca pandemi Covid-19 terlihat kembali menggeliat seperti sosialisasi dan diskusi dinilai belum bisa memberikan efek yang signifikan.

"Pedampingan dari hulu ke hilir dan diadakan kaderisasi pertanian terutama dari kaum pemuda harus segera digencarkan, dengan harapan 5 tahun kedepan banyaknya kaum muda bersama saya secara berjalan bisa mewujudkan kebangkitan sektor pertanian di Kabupaten Bogor, itulah Indonesia yang sesungguhnya," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved