Jalan Alternatif Menuju Puncak Bogor Ini Rusak Parah, Warga Setempat Dibikin Ketakutan
Menurut pengakuan warga jalan Bojongkaso sudah rusak lebih dari dua tahun lamanya, beberapa warga setempat juga merasa takut.
Penulis: Wahyu Topami | Editor: Tsaniyah Faidah
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Wahyu Topami
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Jalan alternatif menuju Puncak Bogor tak jarang menjadi jalan pilihan bagi wisatawan yang akan berlibur ke kawasan puncak.
Namun satu dari beberapa jalan alternatif tersebut cukup memprihatinkan, salah satunya jalan Bojongkaso.
Salah satu warga setempat Junaedi, mengatakan kalau jalan Bojongkaso sering dipadati pengguna jalan apabila hari libur datang.
"Ramai terus kalau musim libur si, ya digunakanlah sama wisatawan menuju puncak," ujarnya pada TribunnewsBogor.com, Minggu (7/5/2023).
Jalan Bojongkaso tersebut merupakan jalan penghubung antara Kecamatan Ciawi dan Kecamatan Megamendumg.
Menurut pengakuan warga jalan Bojongkaso sudah rusak lebih dari dua tahun lamanya, beberapa warga setempat juga merasa takut apabila melewati Jalan Bojongkaso itu.
Pasalnya, selain rusak jalan Bojongkaso juga memiliki rute yang naik dan berkelok.
"Kalau rusak mah kurang lebih udah dua tahunan nggak diperbaiki," imbuhnya.
Tidak hanya itu dirinya juga mengatakan kalau pada tahun 2021 pernah terjadi kecelakaan di ruas jalan alternatif Bojongkaso tersebut.
"Tahun 2021 itu pernah ada truk bawa pisang ngeguling di tanjakan itu, karena kan ga seimbang jalannya rusak, jadi ngeguling," ungkapnya.
Selain Junaedi ada juga Inayah, warga setempat yang sering bolak-balik menuju pasar melalui jalan Bojongkaso, dirinya acapkali merasa takut apabila sedang membawa belanjaan.
"Itukan jalannya naik, rusak juga saya suka takut kalau abis belanja dari Caringin," pungkasnya.
Di Jalan Bojongkaso tersebut hampir sepanjang jalannya mengalami kerusakan, mulai dari ujung jalan Bojongkaso di Jalan Pertanian Kecamatan Megamendung sampai Jalan Karakal di Kecamatan Ciawi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Jalur-alternatif-bojongkaso.jpg)