Ngaku Masih Kecil, Pedagang Baju Cimol di Gedebage yang Todongkan Pisau Ajak Damai: Kekeluargaan Aja

Pria penjual baju di Pasar Gedebage Cimahi ini todongkan pisau ke dua pelanggan wanita yang tagih uangnya kembali.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
Kolase TikTok
Pria penjual baju di Pasar Gedebage Cimahi ini todongkan pisau ke dua pelanggan wanita yang tagih uangnya kembali. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Setelah viral karena mengancam pelanggannya menggunakan pisau, pria penjual baju bekas di Cimol Pasar Gedebage, Kota Bandung buka suara.

Bukannya meminta maaf, pria yang disebutkan bernama Ari itu malah kembali marah-marah.

Ia menghubungi dua wanita yang ia ancam itu untuk segera mengirimkan alamat rumah.

Dengan nada membentak, ia mengatakan akan mendatangi rumahnya.

Ancaman yang dilakukan Ari itu viral setelah diposting oleh akun TikTok @lilyourstuff.

Terlihat pria tersebut mengenakan kaos kerah berwarna biru dongker.

Ia tampak sedang terlibat adu argumen dengan seorang wanita.

Kejadian itu disebutkan terjadi di pasar cimol yang menjual produk thrifting, di Gedebage, Bandung.

"Gara-gara uda juga kita," kata seorang wanita yang kemudian perkataannya terhenti.

Terlihat emosi, pria berkaos biru itu langsung menodongkan pisau sambil mengeluarkan kata-kata kasar.

"Main-main kau sama aku lah, jangan main-main kalian sama aku, habis kalian kalau main-main," katanya sambil menodongkan pisau ke arah wanita tersebut.

Ia pun meminta kedua wanita itu untuk pergi sambil kembali menodongkan pisau.

"Pergi gak kalian! Pergi aku bilang!," katanya sambil memukulkan pisau ke arah gantungan baju yang ada di depannya.

Kemudian terlihat seorang pria lainnya berusaha melerai dan meminta Ari untuk tenang.

"Kita barang juga lagi susah teh," kata pria berambut gondrong.

"Iya gw juga ngerti kok bang," kata wanita di video.

Tiba-tiba saja pria berkaos biru yang berdiri di belakang pria gondrong kembali emosi.

"Bawa keluarga kau sini, bapak kau lah sini lah, biar aku urus sama dia," katanya lagi sambil emosi.

Pria gondrong itu pun kemudian menyarankan dua wanita itu untuk pergi dulu agar keadaannya tenang.

"Udah pergi aja dulu ya," katanya.

Berdasarkan kronologi yang ditulis di video, kedua wanita itu datang ke toko milik Ari untuk meminta uangnya kembali.

Awalnya pada 10 April kedua wanita yang hendak membuka usaha thrifting ini datang ke Pasar Gedebage untuk mencari info dan bertemu dengan pria tersebut.

"Tgl 12 April kita masih tanya tanya lewat wa. Tgl 14 April dia tiba-tiba minta uang masuk dulu untuk simpan barang katanya, dia juga nakut-nakutin kalo barang sisa 1 lagi," kata akun tersebut.

Namun pada tanggal 15 April, pria itu tiba-tiba mengatakan kalau barang yang sudah dibooking oleh kedua wanita itu sudah terjual.

"Gimana caranya uang masuk tapi malah dijual?," tulisnya lagi.

Di hari yang sama, kedua wanita itu pun akhirnya meminta uang mereka dikembalikan saja.

Namun pria itu menjanjikan bahwa barangnya akan datang keesokan harinya, sehingga korban masih berpikir positif.

"Tgl 16 april jam 05.25 subuh kita nanyain soal barang lagi tapi ga dibales bales. Jam 11.00 siang pelaku ini baru bales katanya barang udah ada tapi harus diamanin dulu (ga ngerti maksud nya?)," jelas akun tersebut.

Karena tak kunjung ada kejelasan, ayah dari wanita ini pun mencoba menghubungi pelaku untuk menanyakan barang yang dijanjikan.

"Tapi dia malah marah dan ngancem pembunuhan. Kita punya semua bukti chat tf sampe ngancem di chat juga banyak," tulisnya.

Rupanya kedatangan dua wanita itu ke toko untuk memberikan surat somasi sesuai arahan polisi.

Sebab sebelumnya kedua wanita itu sudah melaporkan kejadian itu ke Polres Cimahi.

"Buat yang nanya kenapa ngga lapor, sebenarnya kita udah coba mendatangi Polres Cimahi tapi disuruh membuat somasi 1 dan 2 dulu, kejadian penodongan pisau itu pada saat kita akan memberikan surat somasinya sendiri tanpa didampingi.

Akhirnya kita belum sempat kasih suratnya karena ketakutan duluan, karena ngancamnya nyawa bukan main-main," tulisnya.

Setelah viral di media sosial, pria itu pun menghubungi kedua wanita itu dan kembali mengancam.

"Hai kau hati-hati kau ya, kau dimana rumah kau? Kau berani viralin aku kau, keluarga aku ke sana. Mana kau share loc lah. Udah emosi aku nengok kau lah. Kau share loc sekarang rumah kau lah," kata pria itu lewat telepon.

Ia pun terus menerus meminta untuk dikirim alamat kedua wanita tersebut.

"Gak sopan kali kau berani viral-viralin orang kau ya, kau share loc sekarang," katanya.

Akhirnya kedua wanita itu pun kembali melaporkan pria itu setelah videonya vira.

Mengetahui hal itu, pihak dari pria itu mencoba menghubungi dan mengajak masalahnya diselesaikan secara kekeluargaan.

"Gini kak ya, mungkin dia itu masih kecil. Bisa enggak masalahnya ini kita selesaikan secara kekeluargaan saja?," kata seorang pria di ujung telepon.

Namun kedua wanita itu menolak damai, dan memutuskan untuk diselesaikan secara hukum saja.

"Tidak pak, besok udah diproses, saya udah dihubungin sama pihak polisi juga. Karena sudah cukup sakit hati, tadi ditodong langsung loh kita cewek berdua. Dan sebelumnya juga kita mau selesaikan masalah ini secara baik-baik, tapi dari pihak Arinya itu sendiri enggak mau dan malah mengancam kita. Jadi kita enggak bisa bawa ini untuk secara kekeluargaan ya pak, mohon maaf. Kita langsung aja proses ke jalur hukum," jelas wanita tersebut.

Sejak video tersebut viral, pihak kepolisian setempat langsung memburu pria tersebut.

"Kami sudah monitor dari tadi (kemarin) malam, korbannya juga orang Cimahi, sudah saya komunikasi," kata Kapolsek Panyileukan, AKP Kurniawan, dilansir dari Tribun Jabar, Jumat (12/5/2023).

Ia juga mengatakan kalau anggotanya sudah mendatangi Pasar Gedebage, namun pelaku sudah tidak ada di tempat.

"Kalau identitas sudah ada, cuma orangnya tidak ada. Sudah saya cari, ternyata tidak ada di tempat. Kami lagi berupaya," tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved