Jumlah Pengrajin Cobek Kampung Garungsang Bogor Kian Menurun, Ini Kata Mereka
Dia mengatakan bahwa jumlah pengrajin Cobek Kampung Garungsang menurun dibandik sejak tahun-tahun sebelumnya.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Jumlah pengrajin Cobek di Kampung Garungsang, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor kini perlahan menurun.
Hal ini diakui Aman (50), salah satu pengrajin Cobek Kampung Garungsang.
Dia mengatakan bahwa jumlah pengrajin Cobek Kampung Garungsang menurun dibandik sejak tahun-tahun sebelumnya.
Kata dia, kini di Kampung Garungsang hanya sekitar 200-an pengrajin Cobek yang aktif, sedangkan dulu jumlahnya lebih banyak.
"Pengrajinnya berkurang, sebagian beralih kerja yang lain, kayak kerja proyek atau apa," kata Aman kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (25/5/2023).
Para pengrajin Cobek lain beralih profesi karena mencari pekerjaan yang mereka anggap lebih baik.
Selain itu, faktor lainnya adalah sulitnya bahan baku batu yang digunakan untuk membuat Cobek saat ini.
"Bahannya kan agak susah, apalagi kalau untuk yang dibuat manual (tanpa mesin)," kata Aman.
Bahan utama batu yang digunakan untuk membuat Cobek ini adalah batu yang digali dari dalam tanah, bukan batu yang biasa ditemukan di permukaan tanah atau di sungai.
Alasannya, kata Aman, adalah terkait tingkat kekerasan batu yang bisa dipahat untuk dibentuk menjadi Cobek.
Sebagian pengrajin Cobek ini masih tetap bertahan karena pemesanan Cobek masih ada.
"Yang minatnya mah ada aja, naik turun, kadang banyak pesanan, kadang turun," ungkap Aman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Pengrajin-cobek-di-Kampung-Garungsang.jpg)