Respon TKW Taiwan Wiji Lestari Saat Ditanya Pramugari, Sudah Isyarat Tak Sanggup Pulang ke Indonesia

Wiji Lestari, TKW Taiwan yang sakit kanker payudara stadium empat diketahui merupakan tulang punggung keluarga.

|
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: widi bogor
Kolase
Wiji Lestari, TKW Taiwan yang sakit kanker payudara stadium empat diketahui merupakan tulang punggung keluarga. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wiji Lestari, TKW Taiwan yang sakit kanker payudara stadium empat diketahui merupakan tulang punggung keluarga.

Wiji Lestari bertahun-tahun bekerja sebagai TKW demi menghidupi ibunya yang punya penyakit jantung, dan adiknya yang disabilitas.

Kini, Wiji Lestari terbaring di rumah sakit karena kanker yang sudah menggerogoti tubuhnya.

Awalnya, sosok Wiji Lestari ini viral di media sosial TikTok.

Ia diketahui merupakan wanita asal Ponorogo yang bekerja sebagai TKW di Taiwan.

Kondisi Wiji Lestari itu juga diungkap oleh Faisal Soh di akun Youtubenya, Sabtu (24/6/2023).

“Sudah tidak sanggup diri, duduk, susah bicara, kemungkinan hidupnya kecil,” kata Faisal Soh.

Selain itu, Faisal Soh juga baru mengatahui kalau Wiji Lestari ini ternyata tulang punggung keluarga.

"Orangnya baik, dia tulang punggung keluarga. Waktu dia berangkat bapaknya masih ada," kata saudara Wiji Lestari.

Kondisi keluarga Wiji Lestari di Ponorogo pun cukup memprihatinkan.

"Adiknya autis, ibunya punya penyakit jantung. Ibunya taunya anaknya sakit mau pulang, tapi detail sakitnya apa gak tahu," kata pria tersebut.

Wiji Lestari juga diketahui merupakan seorang TKW kaburan, yakni TKW yang kabur dari majikannya.

Baca juga: SOSOK Wiji Lestari TKW Taiwan Asal Ponorogo, Tulang Punggung Keluarga Kini Divonis Hidup 1 Bulan

Sehingga statusnya di Taiwan itu ilegal, dan kini menyusahkan untuk proses pengobatan di rumah sakit.

Faisal Soh pun mengaku kaget dengan kondisi Wiji Lestari saat ini yang sudah tidak memiliki kesempatan hidup.

"Jujur syok mendengar itu, kayak nggak nyangka banget. Ibu dan adiknya sehari-hari (penghasilan) cuma dari dia," kata Faisal.

Ia pun kemudian mengurai isi surat penjamin Wiji Lestari.

"Di sini tidak terlihat bahwa dia memiliki kasus, tapi kemungkinan besar dia ini pernah menyerahkan dia sebelumnya. Mungkin pada saat itu dia pernah menyerahkan diri dan mencoba ke rs untuk pengobatan," tutur Faisal.

Saat melakukan pengobatan tersebut, Wiji Lestari sudah tahu penyakit yang ia derita, tapi tidak pulang ke Indonesia.

"Tapi yang saya sayangkan, dia begitu tahun kenapa dia tidak pulang malah melanjutkan kabur lagi," ujarnya.

Saat menyerahkan diri, Wiji Lestari kemudian bertemu dengan aktivis atau calo yang ada di Taiwan.

"Tapi dia (aktivis) tidak ambil uang banyak, cuma buat tiket dan denda. Denda saja Rp 5 juta, dia minta ke keluarga Rp 7 juta, belum buat tiket," jelasnya.

Faisal Soh juga mengatakan kalau Wiji Lestari sempat ke KDEI untuk mengurus kepulangannya ke Indonesia.

"Mba ini sempat pergi ke KDEI untuk foto, saya melihat saat itu dia masih oke, masih bisa ke KDEI," kata dia.

Namun setelah itu, kondisi Wiji Lestari makin memburuk hingga tidak layak terbang.

Baca juga: Ucapan Dokter Soal Kondisi Pilu Wiji Lestari TKW Taiwan, Minta Keluarga di Ponorogo Mengikhlaskan

“Pertama, tidak ada izin terbang, kedua pas ditanya oleh pihak pramugari tidak tidak ngomong. Ditanya namanya dia, mau terbang gak, dia gak jawab. Dia sendiri gak sanggup. Alhasil gak jadi terbang langsung dilarikan ke rumah sakit,” tutur dia.

Faisal Soh juga mengungkap kondisi Wiji Lestari yang divonis umurnya tinggal satu bulan lagi.

Kondisi Wiji Lestari, TKW Taiwan yang terkena kanker payudara stadium 4 sangat memprihatinkan.
Kondisi Wiji Lestari, TKW Taiwan yang terkena kanker payudara stadium 4 sangat memprihatinkan. (Kolase)

"Saya dapat kabar terbaru, dokter menjelaskan bahwa mba ini sudah tahap stadium paling akhir, mereka sudah angkat tangan. Intinya mereka sudah tidak sanggup," kata dia lagi.

Bahkan dokter sudah menyarankan pihak keluarga untuk mengikhlaskan dengan menyetujui pemberian obat penenang.

"Untuk keluarga Mba Wiji, semoga bisa mengikhlaskan kalau nanti terjadi yang tidak diinginkan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved