Usai Libur Panjang, Polusi Udara di Puncak Bogor Meningkat, Begini Penjelasan BMKG
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Citeko merilis kualitas konsentrasi udara pada Senin (2/7/2023).
Penulis: Wahyu Topami | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Wahyu Topami
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Usai libur panjang kualitas konsentrasi udara di kawasan puncak Bogor menurun.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Citeko merilis kualitas konsentrasi udara pada Senin (2/7/2023).
Menurut kepala stasiun meteorologi (Stamet), Fathuri, saat ini kualitas udara di kawasan puncak berada pada level sedang.
"Disampaikan Update Informasi Konsentrasi Partikulat PM10, SO2, CO, O3 & NO2 Kawasan Puncak Cisarua Bogor dan Sekitarnya. Kualitas Udara berada pada Level Sedang," ujarnya.
Menurutnya kualitas level sedang ini, dampak berdampak banyak pada kesehatan masyarakat. Khususnya di wilayah puncak.
"Dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah paparan PM 2.5, pada kategori ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan orang yang miliki masalah kesehatan terkait pernapasan dapat menimbulkan gejala yang lebih parah.
"Orang yang memiliki masalah kesehatan terkait pernapasan seperti asma, bronkitis, atau penyakit paru paru-obstruktif kronis (PPOK) dapat mengalami gejala lebih parah," imbuhnya.
Dengan kualitas konsentrasi udara yang menurun, pihak BMKG Citeko menyaran untuk warga yang memiliki masalah kesehatan diharapkan dapat mengurangi aktivitas di luar rumah atau luar ruangan.
"Orang-orang yang memiliki masalah kesehatan pernapasan, disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat polusi udara sedang tinggi," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/lalu-lintas-gadog-1-juli-2023.jpg)