Air Sumur Mulai Kering, Warga Leuwisadeng Bogor Ramai-ramai Mandi di Sungai Cikaniki
Warga satu persatu mendatangi Sungai Cikaniki lengkap dengan peralatan mandi seperti sabun, sikat gigi, dan handuk.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, LEUWISADENG - Memasuki musim kemarau panjang, sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor mulai mengalami kekeringan.
Salah satunya adalah di Kampung Kalong, Desa Kalong II, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Warga setempat mayoritas menggunakan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari.
Akan tetetapi, ketika memasuki musim kemarau seperti saat ini sumur-sumur milik warga mengalami kekeringan.
Akibatnya warga pun mau tidak mau untuk mandi, cuci, kakus (MCK) harus ke aliran Sungai Cikaniki.
Dari pantauan TribunnewsBogor.com, aliran sungai yang menjadi perbatasan antara Kecamatan Leuwisadeng dengan Kecamatan Nanggung itu sangat ramai oleh warga pada sore hari.
Warga satu persatu mendatangi Sungai Cikaniki lengkap dengan peralatan mandi seperti sabun, sikat gigi, dan handuk.
"Udah dua mingguan lebih (kekeringan)," ujar salah satu warga, Dion saat dijumpai di aliran Sungai Cikaniki, Selasa (1/8/2023).
Dion mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, ia memanfaatkan air yang bersumber dari gunung.
"Buat mandi ke sini (sungai), cuma sore aja kalau pagi ngambil air di masjid. Jadi konsumsi pake air gunung," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/mandi-di-aliran-Sungai-Cikaniki-karena-kekeringan-Selasa-182023-akibat-kekeringan.jpg)