Sisi Lain Bogor
Mengenal Sejarah Tugu Maseng Bogor, Saksi Bisu Pertempuran Tentara Indonesia VS Pasukan Sekutu
Sebab prasasti di Tugu Maseng itu menyebutkan peristiwa1946 sedangkan Garis Van Mook (Garis Pemisah antara Indonesia dengan Belanda) dibuat tahun 1947
Penulis: Wahyu Topami | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Wahyu Topami
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGOMBONG - Tugu Maseng merupakan salah satu saksi sejarah adanya peperangan yang terjadi di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.
Menurut Guru Sejarah SMA Negeri 1 Cijeruk Bogor, Dwiyoso Nugroho, Tugu Maseng memiliki kaitan erat antara pemerintahan Indonesia dan pemerintah Belanda pada masa penjajahan.
"Tugu Maseng itu adalah tugu peringatan terkait dengan batas wilayah antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda," ujarnya saat ditemui TribunnewsBogor.com.
Menurutnya meskipun Tugu Maseng memiliki kaitan erat dengan pemerintahan Belanda, namun hal tersebut tidak relevan apabila dibaca dari runtutan sejarah.
Sebab prasasti di Tugu Maseng itu menyebutkan peristiwa1946 sedangkan Garis Van Mook (Garis Pemisah antara Indonesia dengan Belanda) dibuat tahun 1947.
"Di prasasti itu dikatakan bahwa peristiwa itu terjadi tahun 1946 pasca kemerdekaan. Namun apabila merujuk ke sejarah terkait dengan Van mook itu (prasasti Tugu Maseng) sepertinya itu lebih awal, karena Van mook dibuat ketika tahun 1947, nah ini agak gelap terkait sumber itu," paparnya, Selasa (1/8/2023).
Meskipun Tugu Maseng masih tabu apabila direlevansikan dengan Garis Van Mook antara Pemerintahan Indonesia dengan Pemerintah Belanda, dirinya menjelaskan di Maseng dahulu pernah terjadi peperangan antara Tentara Indonesia dengan Tentara sekutu pada 1946.
"Awal 1946 di Maseng itu memang pernah terjadi insiden antara tentara sekutu dengan tentara republik Indonesia," ungkap guru berusia 44 tahun tersebut.
Terjadinya perang di Maseng antara tentara Indonesia dengan sekutu itu akibat kesalahpahaman.
"Ada kesalahpahaman, jadi tentara Indonesia menganggap bahwa itu adalah Jepang, padahal itu adalah tentara sekutu squadron Churchill dari sekutu yang memang sedang melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah terkait dengan tugas Churchill untuk menangkap penjahat perang dalam hal ini adalah Jepang," paparnya.
Menurutnya meskipun Indonesia sudah merdeka pada 1946, alasan sekutu tetap mencari Jepang hingga ke Maseng guna mempertahankan status quo dari hasil perundingan di San Francisco.
"Kenapa sekutu datang ke Maseng mencari Jepang? Karena tugas sekutu datang ke Indonesia untuk menjamin status quo dari hasil perundingan san Francisco bahwa daerah yang dikuasi oleh Jepang harus dikembalikan lagi ke penguasa sebelumnya (Indonesia)," pungkasnya.
Meskipun Tugu Maseng masih belum jelas mengenai kaitannya dengan pemerintahan Belanda, menurut Guru Sejarah itu yang jelas Tugu merupakan salah satu saksi sejarah adanya peristiwa peperangan antara Tentara Indonesia melawan sekutu yang mengakibatkan lahirnya garis Van Mook di Maseng.
"Itu ada peristiwa, bahwa Maseng adalah salah satu wilayah yang masuk ke dalam sejarah lah itu, ada peristiwa itu dulu barulah muncul garis Van Mook, pembatas itu demarkasi," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Tugu-Maseng-Saksi-Sejarah-Indonesia-Melawan-Sekutu-pada-1946-Selasa-182023.jpg)