Bambu Petuk Diyakini Banyak Menghadirkan Manfaat, Ini Cara Mengetahui Keasliannya

Sejumlah masyarakat banyak yang meyakini bambu petuk memiliki banyak manfaat.

Penulis: yudistirawanne | Editor: Yudistira Wanne
Istimewa
Tampilan bambu petuk yang dianggap memiliki banyak manfaat. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sejumlah masyarakat banyak yang meyakini bambu petuk memiliki banyak manfaat.

Sebagian masyarakat yakin jika bambu petuk memiliki kekuatan mistis.

Ahli supranatural, Paul Hendrawan menjelaskan, terkait bambu petuk.

"Bambu petuk adalah warisan budaya leluhur yang memang ada dari dulu dan dipercaya untuk pusaka, untuk kebesaran bangsa Indonesia," ucapnya dalam tayangan YouTubenya dikutip Jumat (15/9/2023).

Pernyataan Paul Hendrawan tersebut seolah mengamini terkait manfaat bambu petuk.

Dilansir dari situs 99, bambu petuik diyakini bukan sembarang bambu.

Banyak yang meyakini bambu pring petuk ini merupakan sebuah jimat pusaka.

Baca juga: Astaga! Rumpun Bambu di Cibinong Kebakaran, Penyebabnya Terungkap

Keyakinan itu timbul dikarenakan tak mudah menemukan bambu jenis ini.

Bambu petuk berbeda dengan bambu pada umumnya karena terdapat anomali yang cukup unik yakni bertemunya ruas atau buku pada batangnya.

Sesuai dengan namanya, pethk sendiri diartikan sebagai ruas bambu yang bertemu.

Oleh karena itu, makna dari istilah bambu pethk atau pring petuk sendiri adalah bambu bertemu ruas.

Pertemuan ruas pada pring pertuk pun dipercayai sebagai tempat bersemayamnya makhluk halus.

Konon hanya orang yang memiliki keberanian dan mata batin saja yang mampu mendapatkan kekuatannya.

Cara Membedakan Bambu Petuk Asli

Bambu pada umumnya memiliki ruas yang akan menghadap keatas.

Sangat kecil kemungkinan ada kelainan pada batang bambu hingga menyebabkan salah satu ruas menghadap ke bawah.

Adapun beberapa hal yang perlu dicek untuk memastikan bambu petuk itu asli atau palsu dengan beberapa cara

1. Meneliti warna batang bambu

2. Lihat dengan teliti dibagian ruas

3. Meneliti batas ruas

4. Melihat mata bambu

5. Membelah bambu

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved