Sungai Ciesek Bogor Tercemar Limbah, Camat Megamendung Ungkap 2 Temuannya

Menurutnya dua limbah yang dibuang ke sungai Ciesek, salah satunya milik masyarakat sekitar Desa Cipayung dan milik salah satu restoran berinisial AS.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Wahyu Topami | Editor: Reynaldi Andrian Pamungkas
TribunnewsBogor.com/Wahyu Topami
Sampah di Sungai Ciesek, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu (4/10/2023). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Wahyu Topami

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Camat Megamendung, Acep Sajidin mengungkapkan bahwa dirinya menemukan adanya limbah yang mencemari Sungai Ciesek.

Bahkan, ia juga membeberkan dua penemuannya di Sungai Ciesek tersebut.

Menurutnya, salah satu limbah di Sungai Ciesek berasal dari restoran di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

"Kita sudah melakukan pengecekan langsung ke lokasi, setelah kita telusuri ada dua limbah yang di buang ke sana (Ciesek) itu," ujarnya ada TribunnewsBogor.com, Kamis (5/10/2023).

Lalu, untuk limbah satunya berasal dari masyarakat sekitar Desa Cipayung.

"Pertama yang limbah dari masyarakat ya, sampah-sampah plastik dan lain sebagainya, karena di samping kali itu ada tempat pembuangan sampah sehingga sampah itu pada masuk ke kali yang kedua limbah dapur, itu diduga kuat dari dapur restoran inisial AS dan satu lagi dapur catering," ungkapnya.

Restoran tersebut membuang limbah ke Sungai Ciesek melalui gorong-gorong yang melintasi bawah tanah salah satu kawasan wisata di Desa Cipayung, Jalan Raya Puncak.

"Cuman pembuangannya itu melalui gorong-gorong yang melewati salah satu tempat wisata," paparnya.

Dengan adanya pembuangan limbah ke Sungai Ciesek tersebut pihak Kecamatan Megamendung mengaku sudah memberikan teguran secara lisan kepada restoran AS itu.

"Kita secara lisan kita sudah menyampaikan kepada mereka untuk tidak membuang limbah dapur ke kali," jelasnya.

Selain secara lisan pihaknya juga mengaku akan memberikan teguran secara tertulis.

"Besok saya buat secara tertulis untuk menghentikan itu (limbah) tadi di lapangan secara lisan memanggil pengelola dapur catering dan restoran AS," kata Acep Sajidin.

Baca juga: Wow ! PPLI Mampu Olah Limbah Industri Hingga 500 Ton Per Hari dari Seluruh Indonesia

Sementara itu untuk mengatasi limbah masyarakatnya sendiri Acep Sajidin mengatakan akan melakukan sosialisasi serta membuat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang terkoneksi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.

"Nanti kita minta kades untuk mengumpulkan masyarakat disitu, kita sosialisasi agar tidak membuang sampah disitu karena disitu sudah menumpuk dan ada juga yang sudah dibakar gitu. Selain itu solusinya membuat TPS dan dikerjasamakan nanti dengan DLH agar diangkut, tapi yang bisa diakses mobil sampah," pungkasnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved