Miris Nasib Dona Mantan TKW Ditolak Keluarga, Ditinggalkan Calon Suami: Pas Sehat Dia Manfaatin Saya

Mantan TKW Taiwan, Dona, kini seolah dibuang oleh orang-orang terdekatnya setelah mengalami sakit.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: widi bogor
Youtube/Faisal Soh
Mantan TKW Taiwan, Dona, kini seolah dibuang oleh orang-orang terdekatnya setelah mengalami sakit. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mantan TKW Taiwan, Dona, kini seolah dibuang oleh orang-orang terdekatnya.

Hal itu setelah Dona tak lagi memiliki penghasilan dan menderita penyakit yang membuat kesehatannya drop.

Kondisinya yang memprihatinkan itu membuat Dona tak diterima oleh keluarganya.

Bahkan, sang kekasih yang sebelumnya menemani Dona pun pergi.

Ibu kandungnya juga mengaku sudah tidak sanggup merawat Dona.

Dona pun mengaku kerap mendapatkan perlakuan tak enak dari orang-orang di rumah ibunya.

Hal itu lantas membuat Dona ingin pergi dari rumah tersebut dan mencari suami sahnya.

Ia pun meminta bantuan dari Faisal Soh untuk mencari keberadaan sang suami di Brebes.

Dona sebelumnya menderita penyakit miom dan sudah menjalani operasi.

Namun kondisi kesehatannya semakin memburuk setelah ditinggalkan oleh sang kekasih, Heru.

Padahal selama ini Dona hidup bersama Heru bahkan sampai meninggalkan suaminya.

"Sekarang dia ingin ke Brebes, ingin kembali ke suaminya yang nikah resmi," kata Faisal Soh dilansir dari akun Youtube-nya, Senin (9/10/2023).

Dona pun menceritakan, setelah operasi sekitar tiga bulan lalu, Dona diantarkan oleh Heru ke rumah orangtuanya di Bogor.

"Selang 3 hari dia langsung ngomong, 'udah kita pisah'. Di situ saya langsung drop. Posisinya saya sehat dia manfaatin saya, giliran saya sakit ditinggal begitu saja," kata Dona sambil berbaring.

Apalagi kata Dona, saat itu Heru sempat meminta barang-barangnya dibagi dua.

"Sedangkan itu barang punya saya, bukan punya dia," kata Dona.

Kemudian hal yang membuat Dona nekat ingin menemui suami sahnya di Brebes yakni karena perlakuan ibu dan adiknya di Bogor.

"Seminggu di Bogor, orangtua ngomong 'kapan Heru jemput, mamah gak sanggup ngurusin kamu. mamah udah tua, udah capek'," jelas dia.

Merasa tersinggung dengan ucapan sang ibu, Dona pun akhirnya meminta solusi pada temannya di Taiwan hingga disarankan untuk kembali ke suaminya.

Bukan cuma ucapan, Dona juga kerap mendapat perlakuan yang tak adil di rumah orangtuanya.

"Misalnya makan, mereka makan ayam, saya disuruh makan mi, mereka beli nasi uduk pada makan di kamar, saya gak dikasih apa-apa cuma pisang goreng," kata dia.

Menurut Dona, orangtuanya berlaku tak adil itu hanya pada dirinya saja.

"Keluarga saya mah emang kaya gitu, kalau sama yg lain mah gak. Pas di Taiwan kalau mau duit baru telepon," katanya lagi.

Padahal menurut Dona, saat bekerja di Taiwan dirinya rutin mengirim uang kepada keluarganya tersebut.

"(Ngirim uang) Sering koh, kan anak saya diurus sama ibu," kata dia.

Kini, Dona pun hanya bisa berharap pada sang suami sebagai satu-satunya orang yang mungkin bisa menerima dirinya.

"Waktu itu cuma kontakan 4 hari waktu masih agak sehat, dia (suami) sempet ngomong 'saya tinggal di Losari'," jelas Dona.

"Kalau dia gak terima, saya taruhannya nyawa aja udah. Hidup dan mati gimana yang di atas," kata Dona lagi.

Menurut Dona, suaminya itu sempat mengalami sakit hingga harus memakai tongkat.

Ia pun tak yakin apakah ia akan diterima lagi atau tidak oleh suaminya tersebut.

"Kalau nerima gak tahu juga, karena dia sakit hati juga waktu saya sama Heru. Karena habis-habisan," jelasnya.

Kondisi Dona ini juga bahkan membuat Faisal Soh ikut bingung.

"Suaminya dalam kondisi cacat pernah sakit hati juga sama dia, penah nolak juga. Orang yang tempat dia bergantung hidup, Heru, sudah tidak mau merawat dia," beber Faisal.

Bahkan jika kembali ke rumah orangtuanya di Bogor pun tentu akan mengganggu kesehatan dan mental Dona.

"Kamu pengen ke mana?," tanya Faisal Soh lagi.

"Pengennya sih ke suami koh," pungkas Dona.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved