Kabupaten Bogor Dilanda Cuaca Ekstrem, Dinkes Ingatkan Masyarakat Waspadai Tiga Hal Ini

Wilayah Kabupaten Bogor saat ini tengah dilanda cuaca ekstrem, yang mana suhu pada siang hari bisa mencapai 36-37 derajat selsius, sedangkan sore.

|
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Adang Mulyana ungkap jumlah kasus DBD, Rabu (18/10/2023). (Muamarrudin Irfani). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Wilayah Kabupaten Bogor saat ini tengah dilanda cuaca ekstrem, yang mana suhu pada siang hari bisa mencapai 36-37 derajat selsius, sedangkan sore atau malam harinya diguyur hujan.

Di balik itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menghimbau masyarakat untuk terus menjaga pola hidup sahat.

Pasalnya, ditengah cuaca ekstrem seperti saat ini, masyarakat harus mewaspadai tiga penyakit yang kerap menyerang dan harus menjaga daya tahan tubuh.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Adang Mulyana.

"Penyakit yang biasanya terjadi itu ISPA, diare, dan DBD," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (19/10/2023).

Agar terhindar dari berbagai macam serangan penyakit, ia menghimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

Untuk mengantisipasi penyakit ISPA, kata dia, masyarakat bisa menerapkan kembali protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

"Kita balik ke protokol kesehatan awal seperti covid, cuci tangan rutin, pakai masker, jaga kondisi tubuh dengan makan makanan bergizi, vitamin, istirahat, daya tahan tubuh yang harus kuat kondisi kayak gini," katanya.

Sedangkan untuk mengantisipasi terkena diare, ia menghimbau masyarakat untuk menjaga higienitas setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh.

"Diare itu balik lagi ke higentas masing-masing, harus rajin cuci tangan, kalau masak air bersih untuk minum itu harus sampe mateng, higienitas makanan, makanan itu ditutup biar tidak terkontaminasi, biar tidak ada lalat," katanya.

Sementara itu, agar tidak terjangkit DBD, ia menghimbau masyatakat untuk menerapkan protokol 3M (mengubur, menutup, dan menguras).

Selain itu, ia juga menyatankan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

"DBB itu sebenernya tanggung jawab pribadi dan lingkungan, susah kalau misal DBD di serahkan ke pribadi, misalnya ini rumah saya bersih tapi rumah tetangga, kan nyamuk mah terbang," katanya.

"Perlu tanggung jawab wilayah, DBD mah harus bersama-sama, jumsih, gotong royong harus diaktifkan kembali," tambahnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved