Cerita Hendi Pedagang Perabot Anyaman Bambu di Bogor, Bertahan Meski Sekarang Makin Sulit

Sambil sedikit terengah-engah dan bercucuran keringat, Hendi (48) menarik gerobaknya yang berisi muatan berbagai perabotan tradisional dari anyaman.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pedagang perabot tradisional dari anyaman bambu di Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (24/10/2023). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Sambil sedikit terengah-engah dan bercucuran keringat, Hendi (48) menarik gerobaknya yang berisi muatan berbagai perabotan tradisional dari anyaman bambu di Jalan Sentul - Citeureup, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Selasa (24/10/2023), Hendi tampak mengenakan topi lebar, kaos lengan panjang hingga sarung tangan demi menahan teriknya matahari siang.

Dia juga tampak membawa gelas kopi kemasan dengan sedotan sudah tertancap yang dia letakan di samping gerobak untuk sesekali dia nikmati ketika istirahat sejenak.

Gerobak yang ditarik dengan kedua tangan Hendi ini terpantau membawa berbagai jenis perabot dari anyaman bambu.

Seperti hihid (kipas), boboko (bakul), nyiru (tampah), nyiru carang (tampah ayakan) dan yang lainnya.

Perabotan anyaman bambu ini dijual dengan harga variatif dan masih terjangkau.

"Yang paling murah yang saya jual ini kipas hihid, Rp 5.000. Kalau yang paling mahal bakul besar ada yang Rp 65.000," kata Hendi saat ditemui TribunnewsBogor.com, Selasa (24/10/2023).

Dia mengatakan bahwa berjualan keliling anyaman bambu sudah beberapa tahun dia lakoni bersama beberapa rekannya.

Di tahun 2023 sekarang, kata dia, peminat atau pembeli perabotan anyaman bambu pun masih ada.

Namun terkadang Hendi menghadapi situasi penjualannya yang terasa sulit di masa sekarang ini.

"Pembelinya mah ada-ada aja, cuman ya begitulah sekarang. Saya juga dari tadi jualan belum satu pun ada yang beli, padahal jalan udah jauh, belum ada rezeki kali," ujar Hendi.

Hendi mengatakan, pengrajin perabotan anyaman bambu ini di wilayah Bogor kini sudah sulit ditemukan.

Dirinya pun berjualan anyaman bambu ini merupakan produk yang dikirim dari daerah lain.

"Ini (anyaman bambu) dari Sukabumi, dikirim ke Citeureup, saya ngambil untuk dijual," ungkap Hendi.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved