Penangkapan Teroris di Bogor
Ini Penampakan Rumah Terduga Teroris di Tamansari Bogor, Punya 1 Kontrakan dan Pengobatan Alternatif
penggeledahan dilakukan di dua titik yakni di rumah dan kontrakannya sekira pukul 10.00 WIB. Dari pantauan TribunnewsBogor.com, rumah JM berada
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Reynaldi Andrian Pamungkas
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TAMANSARI - Densus 88 Anti Teror melakukan penggeledahan rumah terduga teroris berinisial JM (42) di wilayah Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.
Kedua rumah tersebut masih berada di satu lingkungan yang sama yakni di RT 1/4, Kampung Jami.
Dari keterangan yang dihimpun, penggeledahan dilakukan di dua titik yakni di rumah dan kontrakannya sekira pukul 10.00 WIB.
Dari pantauan TribunnewsBogor.com, rumah JM berada di dalam gang sempit yang hanya cukup untuk satu kendaraan roda dua.
Kediamannya berada di pemukiman padat penduduk, namun rumah tidak terlalu dekat dengan rumah-rumah warga.
Pada bagian depan rumahnya berada dipinggir jalan setapak dan di tengah pemukiman padat penduduk.
Rumahnya pun bisa dibilang sangat sederhana tidak memiliki cat warna dan menggunakan panel dinding lembaran.
Di depan rumahnya terdapat kendaraan sepeda motor bebek berwarna hitam berplat AD.
Baca juga: Sosok Terduga Teroris di Tamansari Bogor, Jarang Bergaul di Lingkungan Tapi Dihormati di Pesantren
Selain itu, di depan pintu masuknya terdapat rak sepatu dan terdapat sendal anak-anak.
Ketika melintas di dekat rumahnya, terdengar suara gaduh anak kecil di dalamnya.
"Kalau di KK ada delapan orang, berarti anaknya enam, masih pada kecil-kecil yang paling gede itu udah remaja," ujar Nur, Ketua RT setempat kepada wartawan, Jumat (27/10/2023).
Sementara itu, untuk kontrakanya berada tak jauh dari jalan besar atau jalan utama, namun sedikit tertutup oleh bangunan lain.
Kontrakannya berwana hijau dan dijadikan sebagai tempat pengobatan alternatif.
Ternyata yang membuka pengobatan alternatif tersebut adalah istri dari JM.
"Si ibunya suka mijit, bekam, nerima orang lahiran, cuma kalau lahiran juga kebanyakan orang jauh-jauh, orang Citayem, orang Banten, orang sini engga pernah kesini," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, untuk pekerjaan JM sendiri diketahui oleh warga sebagai pemborong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Rumah-terduga-teroris-di.jpg)