Kronologi Pelajar Cianjur Buat Onar di Puncak Bogor, Didatangi Puluhan Motor dan Sembunyi di Warung

Belum sempat memesan, pilihan pelajar dari Cianjur itu didatangi oleh puluhan pelajar lainnya yang diduga berasal dari salah satu sekolah

Penulis: Wahyu Topami | Editor: Reynaldi Andrian Pamungkas
TribunnewsBogor.com/Wahyu Topami
Tempat Kejadian Perkara (TKP) Pelajar Buat Onar di Jalan Raya Puncak, Selasa (31/10/2023). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Wahyu Topami

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Puluhan pelajar asal Cianjur, Jawa Barat resahkan pedagang di Jalan Raya Puncak Bogor tepatnya di sekitaran Agrowisata Gunung Mas, Kecamatan Cisarua pada Senin (30/10/2023) kemarin.

Mereka buat onar di wilayah tersebut karena diserang oleh pelajar lainnya di Puncak Bogor.

Saat kejadian, Munir, salah satu pedagang yang menyaksikan peristiwa itu.

Munir menceritakan kejadian tersebut bermula saat ada puluhan pelajar asal Cianjur yang hendak beristirahat di warung miliknya dengan jumlah sekitar 10 motor.

Belum sempat memesan, pilihan pelajar dari Cianjur itu didatangi oleh puluhan pelajar lainnya yang diduga berasal dari salah satu sekolah di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Sadar akan diserang oleh puluhan pelajar lainnya, pelajar dari Cianjur itu langsung menyusup ke kebun teh hingga ke warung milik Munir guna menghindari bentrokan itu.

"Nah terus ada pelajar dari bawah datang nyamperin cepet banget gitu, terus langsung weh mereka (pelajar dari Cipanas) pada ngumpet ada yang ke kebun teh ada yang masuk ke warung saya, ke dapur, makanya saya jejeritan takut warung saya dirobohin," ujarnya saat ditemui TribunnewsBogor.com, Selasa (31/10/2023).

Dengan begitu para pelajar dari Cipanas itu akhirnya pulang dan tidak jadi memesan kopi di warung Munir, sebab menurutnya kejadian tersebut berlangsung sangat cepat.

"Jadinya mereka yang dari Cipanas itu gak jadi pesen kopi karena takut kali ya," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan kalau pelajar yang diduga dari Kecamatan Cisarua dan membuat onar itu jumlahnya sangat banyak.

"Yang dari bawahnya itu banyak, motor ada 20 mah bonceng-boncengan. Untung gak pada bawa senjata, kalau bawa senjata mah mungkin kena tuh. Jadi pas anak-anak sekolah dari bawah datang pada ngumpet terus ada yang dibubarin," lanjutnya.

Hingga saat ini Munir mangaku masih trauma dengan adanya kejadian tersebut, untuk itu ia menginginkan agar pihak kepolisian selalu melakukan patroli dan memeriksa setiap ada gerombolan para pelajar yang datang ke Jalan Raya Puncak.

Baca juga: Sempat Lari Kocar-Kacir, 16 Pelajar Tawuran di Klapanunggal Bogor Berhasil Dikepung Aparat dan Warga

"Saya mah pengennya ya polisi beroperasi terus, jangan sampai anak sekolah begitu terus. Samperin lah ya kalau ada anak sekolah, itu merusak warga," terangnya.

Mengenai darimana asal pelajar tersebut, Munir mengaku tidak mengetahuinya secara pasti, tetapi ia menduga kalau pelajar asal Kecamatan Cisarua itu berasal dari salah satu sekolah yang lokasinya dekat dengan wisma DPR.

"Kalau saya tanya mah ke anak Cianjur yang dari bawah itu katanya si dari sekolah di bawah di sekitar wisma DPR," tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved