Iwan Setiawan Izinkan Perusahan Air Asal Prancis Ini Lebarkan Sayap di Kabupaten Bogor

Ia mengatakan, selain Kabupaten Bogor, Suez Pte. Ltd juga telah menjalin kerjasama di Medan, Semarang, dan Jakarta.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Bupati Bogor Iwan Setiawan ungkap hasio kunjungannya ke Prancis beberapa waktu lalu, Senin (6/11/2023). (Muamarrudin Irfani). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bupati Bogor Iwan Setiawan mengungkapkan hasil kunjungannya ke Prancis beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, tujuannya ke Prancis yakni membahas kerja sama bidang air minum, diantaranya tentang pembangunan instalasi pengolahan air minum berbasis teknologi bersama perusahan Suez Pte. Ltd.

Di sana, Iwan Setiawan diajak melihat perkembangan teknologi terbaru dan terkini dalam pengelolaan air minum dan air limbah, serta energi yang berwawasan lingkungan yang sudah diterapkan hampir seluruh proyek Suez di dunia.

Iwan Setiawan mengungkapkan, hasil dari kunjungannya ke Prancis ialah akan menerapkan sistem pengolahan air di Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan Suez Pte. Ltd.

Ia mengatakan, selain Kabupaten Bogor, Suez Pte. Ltd juga telah menjalin kerjasama di Medan, Semarang, dan Jakarta.

"Kami ingin memastikan keseriusan mereka Suez ini kan multi internasional yang memang ada di 40 negara. Minggu pertengahan November kami akan ada penandatanganan dari PDAM," ujarnya kepada wartawan, Senin (6/11/2023).

Nantinya, Suez Pte. Ltd akan menggandeng pihak ketiga untuk memperluas layanan pendistribusian khususnya untuk di wilayah Kecamatan Cileungsi, Gunungputri, Klapanunggal, Jonggol dah area Kabupaten Bogor bagian timur lainnya.

Iwan Setiawan menuturkan, adapun anggaran yang harus disiapkan untuk perluasan layanan ini mencapai ratusan miliar rupiah.

"Tidak mungkin kami akan membangun instalasi se-Bogor kalau pakai dana dari deviden PDAM, walaupun deviden PDAM ini di kembalikan ke PDAM sendiri melalui aturan Perda dan ini tidak cukup lah, Investasinya diangka Rp 140 miliar, makannya dikerjasasamakan dengan pihak ketiga," katanya.

Apabila hal ini sudah terealisasi, Iwan Setiawan mengatakan harga jual air yang didistribusikan kepada masyarakat tidak boleh melebihi harga yang telah ditetapkan oleh Perumda Air Minum Tirta Kahuripan kepada pelanggan saat ini.

Selain itu, kata dia, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan akan tetap mendapat keuntungan dari margin penjualan kepada konsumen.

"Yang ini kami sepakati bersama. Tidak bisa kalau diatas penjualan PDAM kita," pungkasnya.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved